Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait kemungkinan terjadinya gelombang tinggi yang dapat mencapai ketinggian hingga 4 meter di beberapa wilayah perairan Indonesia.
Peringatan ini berlaku mulai dari tanggal 13 Februari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 16 Februari 2026 pukul 07.00 WIB.
Peningkatan gelombang tinggi ini didorong oleh pola angin yang bervariasi di berbagai wilayah Indonesia. Di bagian utara Indonesia, angin bergerak dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan antara 5-25 knot.
Sementara di bagian selatan, pola angin berfluktuasi dari Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan antara 6-30 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di wilayah Laut Arafuru, yang menjadi salah satu indikator utama peningkatan tinggi gelombang laut.
Wilayah Terdampak Gelombang TinggiBerikut beberapa wilayah yang diprediksi berisiko mengalami gelombang tinggi meliputi:
Wilayah dengan Potensi Gelombang Tinggi 2.5–4.0 Meter-
Samudra Pasifik utara Maluku
-
Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya
-
Selat Malaka bagian utara
-
Samudra Hindia barat Aceh
-
Samudra Hindia barat Kep. Nias
-
Samudra Hindia barat Kep. Mentawai
-
Samudra Hindia barat Bengkulu
-
Samudra Hindia barat Lampung
-
Samudra Hindia selatan Banten
-
Samudra Hindia selatan Jawa Barat
-
Samudra Hindia selatan Jawa Tengah
-
Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta
-
Samudra Hindia selatan Jawa Timur
-
Samudra Hindia selatan Bali
-
Samudra Hindia selatan NTB
-
Samudra Hindia selatan NTT
-
Laut Natuna Utara
-
Selat Karimata bagian utara
-
Laut Jawa bagian timur
-
Laut Bali
-
Laut Sumbawa
-
Laut Flores
-
Selat Makassar bagian selatan
-
Selat Makassar bagian utara
-
Laut Sulawesi bagian barat
-
Laut Sulawesi bagian tengah
-
Laut Sulawesi bagian timur
-
Laut Maluku
-
Samudra Pasifik utara Papua Barat
-
Samudra Pasifik utara Papua
-
Laut Banda
-
Laut Arafuru bagian barat
-
Laut Arafuru bagian tengah
-
Laut Arafuru bagian timur
Gelombang tinggi tentu berdampak pada keselamatan pelayaran, terutama bagi nelayan yang menggunakan perahu kecil dan kapal-kapal komersial seperti ferry dan tongkang.
BMKG menetapkan beberapa kriteria keamanan untuk berbagai jenis kapal. Misalnya, perahu nelayan menjadi rentan saat kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang melebihi 1,25 meter.
Untuk kapal tongkang, risikonya meningkat jika angin mencapai 16 knot disertai gelombang lebih dari 1,5 meter. Sementara itu, kapal ferry menjadi sangat berisiko ketika kecepatan angin melewati 21 knot dan tinggi gelo mbang di atas 2,5 meter.
BMKG juga mengimbau kepada para operator pelayaran dan nelayan untuk terus memperhatikan cuaca dan gelombang laut.
Informasi terkini bisa diakses melalui situs web resmi BMKG atau platform sosial media yang mereka sediakan.




