FAJAR, PALOPO – Sejak dilantik pada Agustus 2025, Wali Kota Palopo, Hj. Naili Trisal, akhirnya melakukan pelantikan dan mutasi perdana pejabat di lingkup Pemerintah Kota Palopo, Jumat (13/2/2026) sore.
Pelantikan yang digelar di Aula Rujab Wali Kota Saokotae tersebut sekaligus menandai perampingan sejumlah dinas dan perangkat daerah. Sejumlah pejabat Eselon II resmi dilantik untuk mengisi jabatan strategis.
Adapun pejabat yang dilantik yakni:
Nuryadin sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum dan Pemerintahan
Syamsul Alam sebagai Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi dan Pembangunan
Andi Enceng sebagai Asisten Perekonomian dan Pembangunan
Irfan Dahri sebagai Asisten Administrasi Umum
Amir Santoso sebagai Inspektur Kota Palopo
Ilham Hamid sebagai Kepala BKPSDM
Charlie Arli sebagai Kepala Badan Kesbangpol
Zulkifli sebagai Kepala Bapenda
Abdul Waris sebagai Kepala BPKAD
Andi Farid Baso Rachim sebagai Kalaksa BPBD
Irsan Anugrah sebagai Kepala Dinas Kesehatan
Sitti Baderiah sebagai Kepala Dinas Perhubungan
Andi Muzakkir Poke sebagai Kasatpol PP
Muhammad Ikhsan Asharuddin sebagai Kepala Dinas Pemadam dan Penyelamatan
Ade Chandra sebagai Kepala Badan Perencanaan dan Riset Daerah
Rahmad sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan
Emil Nugraha Salam sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Munasirrah sebagai Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan, dan Perindustrian
Nurleli sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Hj. Raodatul Jannah sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk
Asmiati sebagai Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi
Asnita Darwis sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
Haryanto sebagai Kepala Dinas PUPR dan Permukiman
Hamsir Hamid sebagai Kepala Dinas Kominfo, Statistik, dan Persandian
Selain itu, Wali Kota juga melantik Khadisyah sebagai Sekretaris BKPSDM, Saenal Sahid sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Inung Darmawan Makkawaru sebagai Sekretaris BPKAD.
Dalam sambutannya, Naili menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar penunjukan jabatan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kinerja nyata.
“Jabatan adalah amanah. Amanah menuntut disiplin, integritas, dan hasil yang terukur,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya disiplin kerja, baik disiplin waktu, administrasi, maupun terhadap target kinerja. Menurutnya, tidak ada toleransi terhadap kelalaian, pembiaran, atau budaya kerja yang lamban.
“Pemerintahan harus bergerak cepat, tepat, dan akuntabel,” ujarnya.
Naili juga meminta seluruh pejabat yang dilantik fokus pada pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU). Setiap program harus memiliki output yang jelas, outcome terukur, serta dampak nyata bagi masyarakat.
“Target bukan untuk ditulis, tetapi untuk dicapai. Saya minta setiap Kepala OPD memastikan cascading kinerja sampai ke level struktural di bawahnya,” katanya.
Selain itu, ia mengingatkan agar seluruh perangkat daerah menghilangkan ego sektoral dan memperkuat koordinasi lintas OPD. Menurutnya, keberhasilan satu OPD merupakan keberhasilan pemerintah daerah secara keseluruhan.
Naili menegaskan akan melakukan evaluasi kinerja secara berkala setiap enam bulan. Evaluasi tersebut bersifat objektif, berbasis data, dan berdampak pada konsekuensi manajerial.
“Kinerja tinggi akan diapresiasi. Kinerja rendah akan diperbaiki, dan bila perlu dilakukan penyesuaian jabatan sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Ia berharap birokrasi Kota Palopo menjadi lebih profesional, adaptif, dan berorientasi hasil demi pelayanan publik yang lebih baik.
“Mari kita buktikan bahwa kita mampu bekerja dengan integritas, disiplin, dan capaian yang terukur,” pungkasnya. (shd)





