Bisnis.com, JAKARTA — Mabes Polri mengungkap skema pembiayaan terhadap pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri.
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan skema pembiayaan pembangunan itu berasal dari tiga sumber. Misalnya, dari dana koperasi Polda atau Polres yang dikelola anggota.
"Kedua menggunakan dana pinjaman bank himbara dan ketiga kerja sama dengan mitra YKB [Yayasan Kemala Bhayangkari]," ujar Isir saat dihubungi, Jumat (13/2/2025).
Kemudian, Johnny mengungkap sejauh ini Polri telah memiliki 1.179 SPPG. Dari ribuan itu 411 di antaranya telah beroperasi, 162 SPPG masih persiapan operasional, 499 SPPG tahap pembangunan, dan 107 SPPG masih tahap groundbreaking.
Dia juga merincikan secara total SPPG korps Bhayangkara tersebar di Jawa Tengah. Diikuti Jawa Timur sebanyak 131 SPPG, Sumatra Utara 117 SPPG, Banten 63 SPPG dan Jawa Barat 62 SPPG.
Di samping itu, Kasatgas MBG Polri, Irjen Nurworo Danang mengemukakan soal rencana pembangunan dapur MBG atau SPPG di wilayah terluar, terdepan dan tertinggal (3T).
Namun, pembangunan SPPG di wilayah 3T ini memiliki tantangan yang berkaitan dengan faktor keamanan, seperti potensi penyerangan kelompok kriminal bersenjata (KKB), khususnya wilayah Papua Tengah atau Papua Pegunungan.
Oleh sebab itu, pihak Polri bakal terlebih dahulu untuk melakukan survei pada lokasi yang akan menjadi lokasi pembangunan SPPG Polri. Selain itu, koordinasi aparat setempat, pemerintah daerah hingga tokoh masyarakat bakal dilakukan secara intensif untuk membahas pembangunan dapur MBG ini.
"Sepanjang memungkinkan itu bisa dibangun SPPG, Polri akan berupaya memberikan pelayanan secara maksimal kepada masyarakat, khususnya di wilayah terpencil," ujar Danang.





