JAKARTA, DISWAY.ID-- Presiden Prabowo Subianto mengatakan dana desa tidak disalurkan ke rakyat selama 10 tahun kemarin.
Hal itu ia sampaikan dalam acara Indonesia Economic Outlook di Danantara, Jumat, 13 Februari 2026.
"Selama ini 10 tahun kita harus akui banyak dana tersebut tidak sampai ke rakyat," ujar dia.
BACA JUGA:Timnas Indonesia Bakal Lawan Cape Verde di FIFA Matchday? Menanti Ramuan John Herdman
BACA JUGA:Jelang Mudik 2026, Hyundai Tawarkan Solusi Mobil Keluarga Ideal di IIMS 2026
Menurutnya, hal itu, terbukti dari banyaknya kepala desa yang ditangkap karena korupsi.
"Ini dibuktikan dengan banyak sekali kepala desa yang terpaksa berhadapan dengan hukum karena tidak dapat pertanggungjawabkan dengan baik penggunaan dana tersebut," imbuhnya.
Oleh karena itu, Prabowo menegaskan di masa kepemimpinannya ini, ia akan mengarahkan dana desa itu untuk digunakan sebagai keperluan rakyat.
"10 tahun sudah kita berikan. Dan sekarang kita akan mengarahkan," jelasnya.
BACA JUGA:Kemenhaj Siapkan Layanan One Stop Services Umrah di Asrama Haji, Berikut 4 Fasilitasnya!
BACA JUGA:Anggaran MBG Triwulan 1 2026 Diprediksi Serap Rp 60 Triliun, Ini Kata Ekonom Celios
Salah satu program yang dibuat yaitu Koperasi Merah Putih. Dalam Koperasi Merah Putih ini, lanjut Prabowo, terdapat farmasi desa murah.
"Di situ akan ada Farmasi Desa Murah. Obat generik akan sampai. Akan ada Klinik Desa. Akan ada gerai untuk super micro financing untuk membantu menghilangkan peran daripada rentenir," ujar dia.
Koperasi-koperasi itu nantinya dilengkapi gudang, cold storage, hingga gerai pelayanan seperti farmasi desa murah, klinik desa, dan layanan pembiayaan ultra mikro.
"Kita akan beri bunganya yang sangat-sangat mudah, sangat ringan untuk mereka-mereka. Semua barang subsidi akan punya akses, rakyat akan punya akses langsung sehingga tidak ada penyelewengan, tidak ada kebocoran," tegasnya.





