Auliya, salah satu peserta dari Rumah Sakit Umum Anwar Medika, mengaku paling menantikan kelas vokal di Suara Surabaya Academy (SSA). Pasalnya, ia tidak memiliki latar belakang sebagai kreator konten, dan ingin mempelajari teknik olah suara yang menarik untuk kebutuhan konten.
“Voice over tuh, sebetulnya aku ngerasanya kayak ada tricky nya juga ya, suara yang enak yang kayak gimana sih yang bisa ear catching, yang orang mau dengerin terus,” ungkap Auliya setelah mengikuti Bootcamp Jago Ngonten with AI hari pertama di Suara Surabaya Academy, Jumat (13/2/2026).
Materi-materi di Suara Surabaya Academy dianggap mampu membuka pandangan soal bagaimana proses sebuah konten dibuat, apa saja yang mesti diperhatikan, beserta trik-trik membuat konten yang menarik.
Sedangkan Johan Eka Wardana peserta dari Sekolah At-Taqwa Surabaya mengatakan, dirinya mengikuti SSA karena tengah fokus mengembangkan konten di sekolahnya. Salah satu materi yang ditunggu adalah membuat konten dengan kecerdasan buatan (AI).
“Selama ini memang kami kurang memanfaatkan AI. Tadi disampaikan AI-nya kok banyak ya, dan itu menjadi insight baru untuk kami. Dengan adanya AI dan mungkin saja bisa memudahkan kita dalam proses produksi,” ungkapnya.
Johan berencana, setelah selesai mendapatkan materi dari SSA, dirinya akan langsung membagikan kepada rekan-rekannya di sekolah. Sehingga apa yang dipelajari dari SSA bisa dipraktikkan.
Yogie Arizal (kiri) pemateri Bootcamp Jago Ngonten with AI, dan Widya Safitri Direktur Program Suara Surabaya Academy di Suara Surabaya Centre, Jumat (13/2/2026). Foto Rizal Pandya Yudareswara Mg suarasurabaya.netBesok Suara Surabaya Academy masih akan berlanjut dengan kelas-kelas pembuatan konten. Widya Safitri Direktur Program Suara Surabaya Academy mengatakan, besok kelas SSA akan melatih public speaking, voice over (VO), pembuatan konten dengan AI, serta videography dan editing.
Suara Surabaya Academy Bootcamp “Jago Ngonten with AI” berlangsung dari Jumat (13/2/2026) sampai Minggu (15/2/2026). Jumlah pesertanya 19 orang dengan usia di atas 25 tahun.
Selama tiga hari ini, peserta akan diberikan materi dan coaching soal memahami peran dan potensi AI dalam konten, meningkatkan keterampilan komunikasi, menguasai teknik dasar hingga lanjutan dalam video editing dan videography, juga menghasilkan konten yang lebih strategis, efisien, dan relevan.(lea/iss)



