Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto menargetkan bakal membangun 5.000 desa nelayan dalam empat tahun ke depan. Ia menambahkan bahwa para nelayan nantinya tak hanya mendapat fasilitas cold storage dan kapal baru.
Tapi, kata dia, nelayan juga akan mendapat fasilitas kemudahan ekspor dan kredit lunak hingga 12 tahun.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada Indonesia Economic Outlook di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.
Prabowo menyatakan, terdapat 1.000 desa nelayan yang akan dibangun pada 2026 ini dengan masing-masing terdiri dari 300 hingga 2.000 nelayan. Ia menekankan program desa nelayan merupakan upaya pemerintah memberdayakan para nelayan yang selama ini tidak mendapat perhatian.
- Tim Media Presiden Prabowo
"Mereka kadang-kadang tidak bisa punya es, tidak ada pabrik es di desa mereka. Mereka sulit dapat solar. Mereka sulit untuk dapat akses ke pasar. Ini kita ubah," ujar dia.
Secara total, Prabowo menyatakan, akan membangun 5.000 desa nelayan dalam empat tahun. Setiap desa akan dibangun pabrik es dan cold storage. Tak hanya itu, pemerintah juga akan membangun dermaga dan membagikan kapal untuk para nelayan.
"Kita totalnya dalam empat tahun mendatang kita akan membangun 5.000 desa nelayan. Tiap desa nelayan kita akan bangun pabrik es, kita akan bikin cold storage, kita akan bikin dermaga, kita akan bagikan kapal-kapal, kita akan siapkan kendaraan," katanya.
Prabowo menekankan, para nelayan di desa nelayan akan diorganisasi oleh koperasi. Bahkan, Prabowo menyatakan, akan memberi kemudahan dari sisi regulasi maupun akses kepada desa nelayan untuk mengekspor hasil lautnya.
"Kita akan permudah akses kepada ekspor. Dia bisa ekspor langsung. Kita akan buka pelabuhan-pelabuhan, lapangan-lapangan terbang boleh ekspor langsung. Saudara-saudara, kita akan permudah regulasi supaya mereka bisa menumbuhkan kegiatan ekonomi yang mendasar," katanya.
- ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden
Prabowo menyatakan, berbagai investasi itu akan dikembalikan oleh pada nelayan. Dikatakan, pada nelayan dapat mengembalikan investasi itu dalam 10 hingga 12 tahun.
"Nanti mereka akan kembalikan investasi itu, tetapi kita kasih kelonggaran mengembalikannya supaya tidak terlalu berat untuk mereka. Kita beri kelonggaran pengembaliannya bisa di atas 10 tahun, 11 sampai 12 tahun," katanya.





