Bisnis.com, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan bahwa pemerintah ingin agar Indonesia menjadi negara maju. Namun dalam pelaksanaannya tidak bisa sekejap mata, Indonesia harus realistis dalam mengejar kemampuan negara maju yang telah ratusan tahun memiliki kekuatan teknologi dan industri.
Pernyataan Prabowo itu disampaikan dalam gelaran sarasehan ekonomi bertajuk "Indonesia Economic Outlook 2026" di Wisma Danantara, pada Jumat (14/2/2026).
Menurutnya, sikap realistis dibutuhkan demi mengejar capaian negara maju, sembari membenahi tata kelola di banyak bidang, terutama soal sumber daya alam.
"Kita ingin menjadi negara maju, tapi jangan kita berpretensi kita mau mencapai tingkatan yang sama dengan negara-negara yang sudah ratusan tahun sebelum kita mencapai tingkat teknologi dan industri yang sangat maju. Kita punya cita-cita tinggi, tapi kita punya sikap yang realistis," kata Prabowo dalam sambutannya.
Dia menggarisbawahi bahwa Indonesia harus menjaga dan mengelola seluruh kekayaan negara dan seluruh sumber daya alamnya.
"Kita kelola, kita jaga, dan kita pergunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan seluruh rakyat Indonesia. Itu tujuan kita," ujarnya.
Baca Juga
- Prabowo Targetkan Return on Asset 7%, Danantara Fokus Proyek High Return
- Presiden Prabowo Bocorkan Hasil Pembicaraan dengan Crazy Rich di Hambalang
- Di Depan Prabowo, Menko Airlangga Bilang IHSG Sudah Rebound
Presiden juga mengatakan sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, upaya-upaya pun terus dilakukan dalam mengelola kekayaan negara.
Sebelumnya, Prabowo juga mengatakan bahwa perekonomian Indonesia saat ini telah diakui sebagai salah satu yang terbesar di dunia dan berpotensi menembus peringkat lima besar, bahkan empat besar, dalam dua dekade mendatang.
Namun, Presiden ke-8 RI itu menekankan bahwa tantangan utama terletak pada pemerataan dan kualitas tata kelola pemerintahan.
“Kita sebagai bangsa hari ini ekonomi kita diakui ke-8 terbesar di dunia. Diperkirakan dalam waktu 15–20 tahun lagi kita bisa mencapai negara ke-5 bahkan ke-4 terbesar di dunia ekonomi kita,” kata Prabowo saat memberikan pengarahan Kepala Daerah se-Papua dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua di Istana Negara, akhir tahun lalu (16/12/2025)
Presiden menilai besarnya potensi ekonomi nasional harus diiringi dengan pengelolaan kekayaan negara yang adil, profesional, dan berintegritas agar manfaatnya dirasakan seluruh rakyat.
“Masalahnya adalah pemerataan, masalahnya adalah pemerintahan kita, pengelolaan kita, manajemen kita sebagai bangsa, bahwa kita harus mengelola kekayaan kita dengan searif-arifnya, sepandai-pandainya, dan sejujur-jujurnya,” ujarnya.





