Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto meminta pemerintah mengevaluasi kebijakan pengelolaan lingkungan, tata ruang serta peningkatan kemampuan sistem peringatan dini, dan mitigasi bencana.
Hasto juga mendorong pemerintah untuk menguasai teknologi prediksi bencana guna meminimalisir jatuhnya korban jiwa. Ia menekankan pentingnya sistem mitigasi yang lebih terkoordinir, cepat, dan efektif.
“Kita belajar dari bencana. Semoga ini akan mendorong upaya-upaya koreksi terhadap berbagai kebijakan yang justru di masa lalu memberikan dampak penderitaan pada rakyat,” kata Hasto.
Pernyataan tersebut disampaikan Hasto dalam acara pemberian apresiasi kepada relawan kesehatan pasca-misi kemanusiaan di Sumatra, yang berlangsung di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Jumat.
Apresiasi ini diberikan sebagai penutup dari misi kemanusiaan selama dua bulan yang melibatkan puluhan unit ambulans dan tenaga medis profesional di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Hasto menegaskan bahwa tidak ada satu pihak pun yang merasa senang atas terjadinya bencana alam di Indonesia. Sebaliknya menurut dia, bencana harus dimaknai sebagai peringatan bagi semua pihak untuk meningkatkan upaya menjaga lingkungan.
Menanggapi situasi geografis Indonesia yang berada di wilayah Ring of Fire, Hasto menyebut potensi bencana merupakan keniscayaan yang harus disikapi dengan kewaspadaan.
“Apakah kita senang menghadapi bencana? Tentu saja tidak. Persoalan bencana ini merupakan suatu teguran bagi kita semua yang telah membiarkan bumi kita menderita melalui kebijakan-kebijakan yang salah di masa lalu,” tegas Hasto di hadapan ratusan relawan.
Ia berharap para pemimpin bangsa disadarkan bahwa kerusakan ekologis memerlukan tindakan korektif yang nyata, bukan sekadar respons saat kejadian berlangsung.
Hasto menjelaskan bahwa melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas), PDIP konsisten mengusung agenda Politik Ekologi. Gerakan 'Merawat Pertiwi' yang meliputi penjagaan hutan, sungai, hingga disiplin tata ruang, menjadi kunci utama mencegah dampak bencana yang lebih luas.
“Kita mengusung politik ekologi agar dengan menjaga kelestarian lingkungan dan hutan-hutan kita, kita menyelamatkan bumi agar bumi menyatukan kita,” ujarnya.
Sebagai bentuk keseriusan, Hasto memaparkan instruksi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk menyiagakan setidaknya dua batalyon relawan yang terlatih dan siap dimobilisasi kapan saja ke titik bencana.
Baca juga: Hasto: PDIP berikan masukan konstruktif atasi persoalan ekonomi
Baca juga: PDIP hormati parpol dukung Prabowo dua periode
Hasto juga mendorong pemerintah untuk menguasai teknologi prediksi bencana guna meminimalisir jatuhnya korban jiwa. Ia menekankan pentingnya sistem mitigasi yang lebih terkoordinir, cepat, dan efektif.
“Kita belajar dari bencana. Semoga ini akan mendorong upaya-upaya koreksi terhadap berbagai kebijakan yang justru di masa lalu memberikan dampak penderitaan pada rakyat,” kata Hasto.
Pernyataan tersebut disampaikan Hasto dalam acara pemberian apresiasi kepada relawan kesehatan pasca-misi kemanusiaan di Sumatra, yang berlangsung di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta, Jumat.
Apresiasi ini diberikan sebagai penutup dari misi kemanusiaan selama dua bulan yang melibatkan puluhan unit ambulans dan tenaga medis profesional di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Hasto menegaskan bahwa tidak ada satu pihak pun yang merasa senang atas terjadinya bencana alam di Indonesia. Sebaliknya menurut dia, bencana harus dimaknai sebagai peringatan bagi semua pihak untuk meningkatkan upaya menjaga lingkungan.
Menanggapi situasi geografis Indonesia yang berada di wilayah Ring of Fire, Hasto menyebut potensi bencana merupakan keniscayaan yang harus disikapi dengan kewaspadaan.
“Apakah kita senang menghadapi bencana? Tentu saja tidak. Persoalan bencana ini merupakan suatu teguran bagi kita semua yang telah membiarkan bumi kita menderita melalui kebijakan-kebijakan yang salah di masa lalu,” tegas Hasto di hadapan ratusan relawan.
Ia berharap para pemimpin bangsa disadarkan bahwa kerusakan ekologis memerlukan tindakan korektif yang nyata, bukan sekadar respons saat kejadian berlangsung.
Hasto menjelaskan bahwa melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas), PDIP konsisten mengusung agenda Politik Ekologi. Gerakan 'Merawat Pertiwi' yang meliputi penjagaan hutan, sungai, hingga disiplin tata ruang, menjadi kunci utama mencegah dampak bencana yang lebih luas.
“Kita mengusung politik ekologi agar dengan menjaga kelestarian lingkungan dan hutan-hutan kita, kita menyelamatkan bumi agar bumi menyatukan kita,” ujarnya.
Sebagai bentuk keseriusan, Hasto memaparkan instruksi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri untuk menyiagakan setidaknya dua batalyon relawan yang terlatih dan siap dimobilisasi kapan saja ke titik bencana.
Baca juga: Hasto: PDIP berikan masukan konstruktif atasi persoalan ekonomi
Baca juga: PDIP hormati parpol dukung Prabowo dua periode





