Liputan6.com, Jakarta - Tim dari Kementerian LH (Lingkungan Hidup) kembali turun untuk mengambil sampel di lokasi gudang penyimpanan pestisida yang terbakar dan terdampak pada pencemaran lingkungan di Kawasan Pergudangan Taman Tekno BSD, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (13/2/2026).
Terlihat tim dari Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Kementerian LH mengenakan baju hazmat (hazardous material suit) lengkap dengan peralatan lain saat memasuki gudang tersebut.
Advertisement
Mereka kemudian mengambil sejumlah sampel dari dalam gudang dan memasukkannya ke dalam plastik khusus yang ditutup rapat untuk diamankan.
"Kami menugaskan tim yang punya pengalaman dalam mendeteksi dan juga pemulihan bahan-bahan kimia. Itu yang kita lakukan. Sekarang kan sedang didalami, maka kami kan menggunakan beberapa alat khusus," kata Deputi Bidang PPKL Kementerian Lingkungan Hidup, Rasio Ridho Sani di Tangsel.
Dalam pengujian tersebut, tim mengukur sisa gas dari zat kimia pestisida berdasarkan beberapa parameter, yakni kandungan Hidrogen Sulfida (H₂S), Karbon Monoksida (CO), dan Amonia (NH₃).
Dari hasil pemeriksaan sementara, ketiga jenis gas itu terdeteksi masih berada di dalam gudang.
Atas temuan tersebut, pihak kementerian akan segera melakukan penanganan lanjutan dengan mengevakuasi seluruh sisa bahan kimia pascakebakaran yang masih tersimpan di lokasi guna mencegah risiko paparan lebih lanjut.
"Sebagai langkah kita untuk mengambil langkah-langkah percepatan penanganan ini, termasuk juga mengecek di dalam gudang itu ada apa saja bahan-bahan kimia yang harus segera kita pindahkan. Ini langkah-langkah yang kita lakukan saat ini," ungkap Rasio.




