Penulis: Riadatussholihah
TVRINews, Lombok Timur
Pemerintah pusat melalui Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Stella Christie meresmikan pendirian International Tropical Seaweed Research Center (ITSRC) dan Laboratorium Spesialis Kedokteran Kepulauan di Desa Ekas Buana, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis, 12 Februari 2026.
Pendirian pusat riset ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat pengembangan riset dan inovasi rumput laut sekaligus meningkatkan layanan kesehatan berbasis wilayah kepulauan.
Jerowaru dipilih karena memiliki potensi perairan yang luas serta kondisi lingkungan yang sangat mendukung budidaya rumput laut tropis.
Stella Christie mengatakan, ITSRC dirancang sebagai pusat unggulan penelitian, inovasi, dan hilirisasi produk rumput laut guna meningkatkan nilai tambah komoditas tersebut.
"Pusat riset International Tropical Seaweed Research Center ini difokuskan pada penelitian, inovasi, dan hilirisasi produk rumput laut tropis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah. Ini adalah langkah strategis dalam memperkuat posisi Indonesia di sektor kelautan, khususnya komoditas rumput laut tropis yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasar global," ujar Stella, dikutip Jumat, 13 Februari 2026.
Menurutnya, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membuka peluang besar bagi pengembangan rumput laut menjadi berbagai produk bernilai tambah. Karena itu, ITSRC akan menjadi pusat kolaborasi antara perguruan tinggi, peneliti, pemerintah daerah, hingga pelaku industri.
"Pusat riset ini akan dikelola oleh Universitas Mataram bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur untuk kepentingan masyarakat, khususnya warga pesisir yang menggantungkan hidup pada sektor kelautan," jelasnya.
Ia menambahkan, hasil riset menunjukkan rumput laut memiliki potensi luas untuk diolah menjadi pupuk organik ramah lingkungan yang mampu meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertanian berkelanjutan.
Selain itu, komoditas ini juga berpeluang dikembangkan sebagai bahan baku botol plastik mudah terurai pengganti plastik berbasis fosil, hingga diolah menjadi bioavtur atau bahan bakar pesawat berbasis hayati.
"Pengembangan sumber daya laut ini membuka peluang kontribusi Indonesia dalam mendukung transisi energi bersih," tegasnya.
Keberadaan ITSRC di Desa Ekas Buana diharapkan tidak hanya memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional berbasis potensi lokal, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir melalui pengembangan industri rumput laut yang berkelanjutan dan berdaya saing global.
Editor: Redaktur TVRINews





