Airlangga Sebut Kesepakatan Tarif Trump Tak Terkait RI Gabung Board of Peace

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

Airlangga menjelaskan, Indonesia telah bersepakat dengan AS untuk pengenaan tarif 19 persen untuk barang-barang yang masuk ke AS.

Airlangga Sebut Kesepakatan Tarif Trump Tak Terkait RI Gabung Board of Peace. (Foto iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, saat ini pemerintah telah mencapai kesepakatan terkait pengenaan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) yang dikenakan untuk sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Airlangga menjelaskan, Indonesia telah bersepakat dengan AS untuk pengenaan tarif 19 persen untuk barang-barang yang masuk ke AS. Angka ini telah turun setelah proses negosiasi, dari sebelumnya 32 persen menjadi 19 persen.

Baca Juga:
Airlangga Optimistis Ekonomi RI Take Off Menuju 8 Persen dalam 2 Tahun 

"Saat ini sudah selesai perundingannya, tinggal penandatanganannya. Persennya kita sudah turun dari 32 ke 19 persen, tapi kan belum ada penandatanganan. Jadi yang lain akan di-disclose sesudah tanda tangan," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Airlangga membantah kesepakatan terkait pengenaan tarif resiprokal Presiden AS Donald Trump ini didapat setelah Indonesia resmi bergabung dengan Board of Peace (BoP). Sebab, kedua hal tersebut merupakan konsep kerja sama yang berbeda.

Baca Juga:
Ratas dengan Prabowo, Airlangga Sampaikan Perkembangan Indikator Makroekonomi

Bergabungnya Indonesia dengan Board of Peace, kata Airlangga, merupakan langkah pemerintah untuk berkontribusi dalam proses membangun kembali Palestina pasca gencatan senjata.

Baca Juga:
Airlangga Ingatkan Over Supply Baja Global, Sudah Tembus 2,5 Miliar Metrik Ton

"Board of Peace itu tidak sama dengan tarif, BoP adalah sebuah lembaga yang membicarakan terkait dengan Gaza. Sedangkan tarif adalah bilateral, tidak multilateral, BoP adalah multilateral," kata dia.

Seperti diketahui, Indonesia resmi bergabung dalam organisasi antar negara proses transisi pemulihan Palestina pasca gencatan senjata. Bahkan, Indonesia telah memberikan iuran sebesar USD1 miliar sebagai dana rekonstruksi Gaza dan tidak bersifat wajib.

Selain Indonesia, ada tujuh negara lain yang resmi bergabung BoP, seperti Arab Saudi, Turki, Mesir, Yordania, Qatar, UAE, dan Pakistan. Kehadiran para negara-negara yang bergabung dengan organisasi besutan Presiden AS Donald Trump ini ditargetkan mampu mengurangi peperangan di Palestina.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Minimalisir TPPO, Imigrasi Bandara Soetta Perketat Penumpang Umrah Jelang Ramadan 2026
• 13 jam laludisway.id
thumb
I Nengah Senantara Tegaskan Hilirisasi Pertambangan Jadi Kunci Kedaulatan dan Pengurangan Ketergantungan Impor
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Inspeksi Mendadak LPG 3 Kg di Bangka, Pertamina Pastikan Stok Aman & Tepat Sasaran
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Persebaya main sesuai karakter saat hadapi Bhayangkara
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Mudik Gratis BUMN 2026 Resmi Dibuka, Jasa Raharja Siapkan Kuota 23.500 Pemudik
• 9 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.