Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPBK), Kementerian Kesehatan, Asnawi melaporkan case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
"Tren ini menunjukkan bahwa meskipun dengue masih menyebar di komunitas kita, semakin sedikit orang yang meninggal karenanya," jelas Asnawi dalam keterangan resminya, dikutip Sabtu (14/2).
Setelah sempat menghadapi lonjakan kasus yang cukup tajam pada tahun 2024 akibat fenomena El Niño, Indonesia disebutnya berhasil melakukan pemulihan cepat di 2025.
Baca juga : Kementerian Kesehatan Ajak Lakukan Tindakan Proaktif Cegah DBD
"Keberhasilan ini menunjukkan kekuatan layanan kesehatan kita dan dahsyatnya aksi komunitas, terutama melalui program Jumantik, relawan pemantau jentik kita yang bekerja dari pintu ke pintu untuk menghentikan dengue langsung dari sumbernya," jelasnya.
Capaian rekor terendah ditegaskan Asnawi sudah melampaui target nasional yakni 0,5 persen. Sementara untuk rencana nol kasus kematian DBD diupayakan terjadi 2030 mendatang.
"Dengan menjaga tingkat fatalitas tetap jauh dibawah target nasional, Indonesia kini mantap melangkah untuk mencapai tujuan utama kita: Nol Kematian Dengue pada tahun 2030," pungkas Asnawi Abdullah. (E-3)




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5471922/original/039280800_1768300140-20260113BL_Pengenalan_Pelatih_Baru_Timnas_Indonesia__John_Herdman_14.jpg)
