Berburu Bahan Pangan Murah untuk Bekal Ramadhan  

kompas.id
4 jam lalu
Cover Berita

Tren kenaikan harga sejumlah komoditas jelang bulan Ramadhan membuat warga terbebani. Komoditas yang rawan mengalami kenaikan antara lain minyak goreng, beras, telur, cabai, bawang merah, dan tepung. Untuk membantu menekan harga, pemerintah daerah melakukan Gerakan Pasar Murah (GPM). Salah satunya berlangsung di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (13/2/2026).

Di Surabaya, GPM dilakukan di Balai RW 001, Kelurahan Jepara, Kecamatan Bubutan. Dalam GPM kali ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya menyediakan 1.300 liter minyak goreng, 500 zak beras (terdiri dari 300 zak beras SPHP dan 200 zak beras premium), serta 500 kilogram (kg) gula pasir. Selain itu, tersedia pula 250 kg telur ayam serta komoditas lain, seperti bawang merah, bawang putih, cabai besar, dan daging. 

Komoditas yang dijual dalam GPM antara lain beras SPHP dengan harga Rp 58.000 per 5 kg, gula Kebon Agung Rp 16.500 per kg, minyak goreng Minyakita Rp 15.000 per liter, bawang merah Rp 5.000 per 150 gram, cabai merah besar Rp 5.000 per 180 gram, bawang putih Rp 10.000 per 310 gram, dan cabai rawit merah Rp 10.000 per 150 gram.

Kepala DKPP Kota Surabaya Antiek Sugiharti mengatakan, kegiatan ini digelar agar masyarakat bisa mengakses pangan murah, terutama komoditas yang harganya mulai merangkak naik.

”Hari ini kami hadir di Kelurahan Jepara untuk menyediakan komoditas pangan yang harganya jauh lebih murah dari pasar. Fokus kami adalah komoditas yang sedang mengalami kenaikan (harga), seperti telur dan cabai rawit,” ujar Antiek.

Untuk memastikan warga mendapatkan jatah yang merata, petugas memberlakukan pembatasan pembelian. Minyak goreng, misalnya, dibatasi maksimal dua botol per orang, beras maksimal dua zak, dan gula pasir 5-6 kg. 

”Persediaan pangan di Surabaya sangat aman. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir atau panik hingga menimbun barang. Belanjalah dengan bijak sesuai kebutuhan,” katanya. 

Sejak awal GPM dibuka, warga yang didominasi kaum ibu datang silih berganti. Mereka mengunjungi stan dan bertanya tentang harga-harga yang ditawarkan.

”Saya baru mendengar informasi tadi pagi. Jadi, buru-buru datang ke Balai RW. Lumayanlah lebih murah daripada di pasaran. Rata-rata lebih murah Rp 1.000 hingga Rp 2.000 dari harga di pasar,” ujar Ria, salah seorang warga.

Bagi warga, Ramadhan merupakan momen yang penting. Kesiapan bahan pokok di rumah menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Tentu warga berharap agar bahan pokok yang murah tidak perlu didapat hanya saat ada pasar murah, yang tidak tahu kapan lagi akan digelar. Warga berharap harga murah bisa didapat kapan saja saat mereka mau berbelanja.

 

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Napi di Nusakambangan Belajar Budidaya Ikan Sidat, Dapat Premi Rp 450 Ribu
• 14 jam laludetik.com
thumb
Meriahkan Imlek, Warga Beragam Etnis Menggelar Acara Bersama
• 5 menit lalutvonenews.com
thumb
Andai Presiden Datang Tiap Hari, Palmerah Selalu Rapi dan Bebas Macet
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Koper Berisi Narkoba Diduga Milik AKBP Didik Disita dari Rumah Polwan
• 3 jam lalurctiplus.com
thumb
Iptu Zulfikar Pimpin Langsung Operasi Hari Keenam Pencarian Nelayan di Newport
• 7 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.