Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah mulai mengarahkan kebijakan fiskal 2026 untuk satu sasaran utama yakni memperbanyak lapangan pekerjaan.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menilai perbaikan ekonomi sudah terasa dari level produsen hingga masyarakat, dan momentum itu akan dipercepat melalui dorongan belanja negara serta investasi.
Purbaya menyebut pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi lebih tinggi pada awal tahun.
“Kita prediksi kuartal I ini kita akan tekan, dorong ke arah 5,5 persen sampai enam persen. Kemudian investasi mendekati enam persen,” ujar Purbaya, dalam konferensi pers Indonesia Economic Outlook (IEO) 2026 di Auditorium Wisma Danantara, Jakarta Selatan, dikutip Sabtu (14/2/2026).
Pemerintah menilai percepatan aktivitas ekonomi akan langsung berdampak pada penciptaan kerja baru. Untuk itu, belanja negara digeser menjadi stimulus utama sejak awal tahun, bukan menunggu semester kedua seperti pola sebelumnya.
Belanja berbagai program strategis dipastikan cair pada kuartal I 2026, mulai dari program makan bergizi gratis (MBG), pembayaran THR aparatur sipil negara, hingga rehabilitasi pascabencana di Sumatera. Total belanja awal tahun diproyeksikan sangat besar.
“Jadi kita proyeksikan belanja negara kuartal pertama akan mencapai Rp809 triliun,” ucap Purbaya.
Rinciannya antara lain percepatan MBG senilai Rp62 triliun, THR ASN Rp55 triliun, serta rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatera Rp6 triliun. Pemerintah meyakini perputaran uang dalam jumlah besar di awal tahun akan menggerakkan konsumsi, produksi, dan akhirnya penyerapan tenaga kerja.
Selain fiskal, pemerintah juga mengandalkan investasi dan koordinasi dengan bank sentral agar sektor keuangan ikut mendorong ekspansi ekonomi. Menurut Purbaya, indikator ekonomi saat ini memberi sinyal positif jangka panjang.
“Kalau Anda ingin tahu 10 tahun ke depan, kita kelihatannya masuk masa ekspansi yang sehat. Kita bisa ekspansi itu sampai 2033. Artinya teman-teman enggak usah khawatir, apalagi kalangan muda yang takut cari kerjaan setelah lulus. Bulan-bulan ke depan, tahun-tahun ke depan akan lebih banyak lapangan kerja tercipta,” ucap Purbaya.
Meski agresif mendorong pertumbuhan, pemerintah menegaskan disiplin fiskal tetap dijaga. Belanja besar tidak akan menembus batas defisit 3 persen terhadap PDB dan manajemen utang tetap dikendalikan.



