JAKARTA, KOMPAS.TV - Bergabungnya Indonesia dengan Board of Peace (BoP) merupakan sebuah bentuk ikhtiar untuk kepentingan Palestina.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Riset dan Inovasi Strategis Partai Demokrat, Ahmad Khoirul Umam.
Keberadaan Indonesia di Board of Peace menjadi pro-kontra, khususnya setelah Israel bergabung dengan badan tersebut.
Baca Juga: Langkah Indonesia usai Israel Gabung Board of Peace, Terus Dorong Keterlibatan Otoritas Palestina
Namun menurut Umam, keputusan bergabung dengan Board of Peace karena realitas politik yang ada mengharuskan tindakan tersebut.
Ia merujuk pada argument, proses perdamaian tak mungkin terjadi tanpa melibatkan salah satu aktornya, termasuk aktor yang menjadi penyebab konflik.
“Dalam konteks ini, BoP kita maknai sebagai ikhtiar, karena memang fakta sejak Perang Dunia I, Perang Dunia II, pasca Perang Dunia, era Perang Dingin, hampir semua menyaksikan kita mengalami structural deadlock,” ujarnya dalam program Bola Liar Kompas TV, Jumat (14/2/2026).
Umam kemudian menegaskan faktanya resolusi PBB tak berfungsi.
Selain itu juga dengan kenyataannya, PBB bergantung dari AS untuk pembiayaan, membuat lembaga itu menjadi sulit untuk dikatakan berdiri sendiri.
Dengan realitas politik tersebut, menurut Umam, Indonesia tetap masuk saja menjadi bagian BoP.
Penulis : Haryo Jati Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- indonesia
- board of peace
- palestina
- partai demokrat
- gaza
- israel





