TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com – Bau menyengat menusuk hidung saat Menteri Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq, menjejakkan kaki di gudang pestisida yang terbakar di kawasan Taman Tekno, Serpong, Kota Tangerang Selatan, Jumat (13/2/2026).
Hanif tampak terkejut dan sempat bertanya kepada Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo mengenai bau tajam yang tercium di lokasi.
Baca juga: Bantah Cemari Cisadane, Perusahaan Pestisida: Ini Musibah, Kami seperti Korban Begal
Tak lama kemudian, petugas memakaikannya masker respirator gas.
“Baunya memang seperti ini?” tanya Hanif.
“Sejak awal kebakaran, Pak, baunya sudah begini,” jawab Boy.
Baca juga: Disebut Menteri LH Tak Punya IPAL, Perusahaan Pestisida: Ini Gudang, Bukan Pabrik
Dari lokasi itu, cairan sisa kebakaran diduga mengalir melalui gorong-gorong menuju Sungai Jaletreng, kemudian bermuara ke Sungai Cisadane, bahkan telah mencapai wilayah Teluknaga, Kabupaten Tangerang dan mencemari Tangerang Raya yang dialiri Sungai Cisadane.
Pantauan di lokasi menunjukkan kepulan asap putih masih keluar dari sela-sela puing bangunan.
Sebagian atap ambruk, dinding retak, dan pasir yang digunakan untuk memadamkan api masih berserakan di lantai gudang.
Garis polisi membentang di depan gerbang, sementara sebuah ekskavator terparkir seolah membatasi akses warga.
Hanif meminta warga sekitar mengenakan masker karena khawatir paparan zat kimia berdampak pada kesehatan.
“Orang-orang di sini semuanya pakai masker kan? Jangan sampai enggak pakai masker,” ujar dia.
Kapolres Boy menjelaskan, saat kebakaran terjadi pada Senin (9/2/2026) dini hari, petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api dengan air dan pasir selama sekitar 12 jam, dari pukul 04.00 WIB hingga 16.00 WIB.
KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI Gudang pestisida di Taman Tekno, Serpong, Tangsel, yang sempat terbakar, kini dipasangi segel pada Jumat (13/2/2026).
Namun, sekitar tiga jam kemudian, yakni pukul 19.00 WIB, api sempat muncul kembali pada malam harinya.
Hanif kemudian menanyakan terkait gorong-gorong yang menjadi jalur cairan pestisida ke Sungai Jaletreng.