Riset: Penonton Film dan Serial Indonesia Saingi Popularitas Drakor

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Konten-konten, film dan serial lokal Indonesia, kini sudah berhasil menyaingi produksi Korea Selatan atau Drama Korea (Drakor). Keberhasilan tersebut tertuang dalam data terbaru yang ditunjukkan oleh Media Partners Asia dan AMPD.

Data tersebut menunjukkan bahwa, akun streaming berbayar di seluruh wilayah Asia Tenggara, meningkat 19 persen dari tahun ke tahun hingga melebihi 61 juta di Indonesia, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Singapura pada tahun 2025.

Dilansir, Variety, hasil riset tersebut juga menunjukkan bahwa pada kuartal ke empat 2025, penonton di Asia Tenggara mengkonsumsi 4,2 miliar jam konten streaming premium. Angka tersebut naik 8% dari kuartal sebelumnya.

Dari data tersebut juga terlihat bahwa penayangan Netflix di wilayah Asia Tenggara melonjak 14 persen, sementara iQIYI naik 10 persen. Layanan Indonesia Vidio justru mencatatkan peningkatan yang paling tajam, yakni sebesar 24 persen.

Tak hanya itu, basis pelanggan streaming Indonesia berkembang menjadi 26,9 juta akun, yang tersebar di beberapa platform seperti, Netflix, Vidio, Viu, dan iQIYI.

Data di kuartal keempat tahun 2025, juga menunjukkan bahwa konten lokal Indonesia diketahui telah menyaingi Drama Korea yang selama ini mendominasi pangsa penonton.

Temuan ini tentu juga menjadi sebuah sejarah. Karena produksi Indonesia mulai menyamai program Korea dalam pangsa penonton, masing-masing sebesar 30 persen.

Capaian tersebut digerakkan oleh deretan konten-konten dari platform Vidio, yang menunjukkan bagaimana produksi dalam negeri dapat menarik pelanggan.

“Indonesia menonjol tahun ini, dengan judul-judul lokal bersaing langsung dengan drama Korea di puncak peringkat VOD premium," kata Dhivya T, analis utama di MPA dan AMPD.

Kata Dhivya, sepanjang tahun 2025, konten Korea memang masih menjadi jangkar jangkauan di seluruh Asia Tenggara. Namun, konten orisinal lokal kini memainkan peran yang jauh lebih sentral dalam mendorong akuisisi.

"Ini adalah pergeseran yang signifikan yang mencerminkan peningkatan kualitas konten, distribusi yang lebih kuat, dan meningkatnya kepercayaan penonton terhadap cerita lokal," ujar Dhivya.

"Konten Thailand juga menunjukkan kemampuan lintas batas yang kuat, sementara drama Tiongkok tetap menjadi penggerak keterlibatan utama di platform freemium dan hybrid di berbagai pasar," tambahnya.

Riset tersebut memang tak menunjukkan secara spesifik judul-judul film atau serial Indonesia yang berkontribusi dalam peningkatan capaian tersebut. Kendati demikian, data tersebut sudah menunjukkan bahwa konten-konten produksi lokal sudah dapat bersaing di mata dunia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prakiraan Cuaca Wisata Minggu 15 Februari 2026: Danau Toba hingga Bromo Berpotensi Hujan Ringan
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Kegep Gasak HP Milik ASN DKI, Copet di Festival Imlek Bundaran HI Ditangkap Wartawan
• 23 jam laludisway.id
thumb
Pengukuhan Guru Besar Manajemen Unusa Lahirkan Konsep Softbrain Engineer
• 37 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Menko Zulhas Ungkap Menu MBG untuk Siswa Muslim Saat Ramadan: Kurma-Roti
• 7 menit laludetik.com
thumb
Panggilan Terakhir untuk Kopilot Smart Air di Tanah Papua
• 23 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.