Anak sering mengalami popok bocor meski sudah diganti setiap 2–3 jam? Kondisi ini bukan hanya merepotkan, tetapi juga dapat mengganggu kenyamanan anak saat bermain dan bergerak aktif.
Popok yang bocor bisa membuat si kecil rewel, tidur terganggu, bahkan meningkatkan risiko iritasi kulit. Padahal, di masa emas tumbuh kembang, anak membutuhkan kebebasan bergerak untuk melatih otot, koordinasi, dan rasa percaya diri. Ketika popok terasa basah atau lembap, aktivitas dan eksplorasi pun bisa ikut terhambat.
Cara Agar Popok Tidak Mudah BocorAgar popok tetap nyaman dan tidak mudah bocor, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, Moms. Berikut penjelasan dari dokter spesialis anak, dr. Herbowo Soetomenggolo, Sp.A(K):
1. Pastikan Ukurannya Sesuai
Ukuran popok yang terlalu kecil dapat membuatnya tidak menutup sempurna. Sebaliknya, ukuran yang terlalu besar bisa menimbulkan celah di bagian paha. Keduanya berisiko menyebabkan kebocoran.
Memilih ukuran sesuai berat dan bentuk tubuh anak menjadi langkah awal yang penting.
2. Perhatikan Cara Pemasangan
Sebagian orang mengira popok lebih sering bocor pada anak laki-laki. Namun, menurut dr. Herbowo, kebocoran lebih sering berkaitan dengan tingkat aktivitas anak.
“Memang anak laki-laki biasanya geraknya lebih banyak. Karena geraknya lebih aktif, penggunaan popok kadang-kadang bisa bergeser. Itu yang akhirnya bikin lebih sering bocor,” jelasnya.
Ia menambahkan, jika daya serap baik, ukuran sesuai, dan pemasangan benar, popok seharusnya tidak mudah bocor baik pada anak laki-laki maupun perempuan.
Pastikan juga perekat terpasang simetris dan bagian karet paha tidak terlipat ke dalam.
3. Pilih Popok dengan Daya Serap Cepat dan Merata
Popok dengan teknologi penyerap cepat membantu cairan terserap sebelum menyebar ke samping atau keluar.
Salah satu produk yang diperkenalkan adalah Genki Moko Moko Ichimatsu, yang memiliki struktur pola persegi hingga lapisan terdalam untuk membantu penyerapan lebih cepat sekaligus menjaga sirkulasi udara.
4. Rutin Ganti dan Pantau Kondisi Kulit
Mengganti popok setiap 2–3 jam tetap menjadi langkah penting, meskipun popok belum terasa penuh.
“Mengganti popok setiap 2–3 jam sangat mengurangi risiko jamur dan infeksi. Meski popok masih kering, pergantian tetap perlu dilakukan 2–3 jam sekali,” jelas dr. Herbowo.
Namun, jika sudah muncul kemerahan, popok sebaiknya dilepas sementara dan kulit dibiarkan kering sebelum digunakan kembali.





