Program Mudik Gratis Tahun 2026/1447 Hijriah yang digelar Pemprov DKI Jakarta segera dibuka. Pendaftaran dijadwalkan mulai 22 Februari 2026 secara daring untuk memfasilitasi warga yang ingin pulang kampung saat Idulfitri dengan transportasi yang aman dan terjangkau.
Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, mengatakan pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi mudikgratis.jakarta.go.id dan akan ditutup jika kuota telah terpenuhi. Program ini disiapkan untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor, guna mengurangi risiko kecelakaan selama arus mudik dan balik Lebaran.
"Program Mudik Gratis ini kami siapkan untuk memberikan kemudahan bagi warga, sekaligus mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, khususnya sepeda motor, demi menekan risiko kecelakaan saat arus mudik dan arus balik Lebaran," kata Syafrin dalam keterangan, Sabtu (14/2/2026).
Ia mengatakan, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan layanan angkutan bus bagi pemudik dengan total 20 kota dan kabupaten tujuan di berbagai provinsi di Indonesia. Tak hanya itu, pihaknya juga memfasilitasi pengangkutan sepeda motor pemudik menggunakan truk ke enam kota tujuan.
"Sehingga masyarakat dapat tetap menggunakan kendaraannya saat berada di kampung halaman tanpa harus mengendarainya dari Jakarta," ujarnya.
Syafrin menjelaskan, untuk arus mudik, pemberangkatan sepeda motor dijadwalkan pada Senin, 16 Maret 2026 dari Terminal Pulogadung. Penyerahan sepeda motor arus mudik paling lambat dilakukan pada 15 Maret 2026 pukul 17.00 WIB.
Sementara itu, pemberangkatan penumpang akan dilaksanakan pada Selasa, 17 Maret 2026 dari kawasan Monumen Nasional (Monas).Adapun arus balik ke Jakarta, pemberangkatan sepeda motor dijadwalkan pada Rabu, 25 Maret 2026 dari enam terminal tujuan menuju Terminal Pulogadung.
Sedangkan pemberangkatan penumpang arus balik akan dilaksanakan pada Kamis, 26 Maret 2026 dari 20 terminal tujuan menuju Terminal Terpadu Pulo Gebang. Ia menambahkan, calon pemudik wajib menyiapkan sejumlah dokumen sebagai persyaratan pendaftaran, yakni KTP DKI Jakarta yang diutamakan, Kartu Keluarga, serta STNK bagi yang membawa sepeda motor.
"Kami mengimbau masyarakat untuk memperhatikan jadwal dan klaster kota tujuan saat mendaftar serta memastikan seluruh data diri dan data keluarga telah disiapkan dengan benar agar proses verifikasi berjalan lancar," imbuhnya.
(bel/jbr)





