Banjir Cuan Pedagang Bunga di Hari Valentine

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Semerbak bunga langsung tercium begitu melintas di salah satu lorong Pasar Rawa Belong, Jakarta Barat. Hiruk-pikuk nampak dari para pemburu bunga yang ingin merayakan Hari Valentine.

Para pedagang nampak sibuk menawarkan mawar hingga melati. Ada pula yang merakit buket pesanan pelanggan. Mereka kebanjiran orderan. Salah satunya adalah Adi, pedagang bunga yang sudah 17 tahun bergelut di masalah kembang.

"Bukan ramai lagi. 'Meleduk'!" ujarnya saat ditemui, Sabtu (14/2).

Adi bilang, pesanan membeludak karena momen Valentine ini juga dibarengi dengan Imlek dan Ramadan. Bunga, menurutnya, menjadi salah satu barang yang paling dicari.

Ada beberapa jenis bunga yang menjadi favorit masyarakat. Biasanya, bunga yang berwarna merah menjadi salah satu incaran.

"Mawar merah. Aster, gerbera, pikok," kata Adi.

Pemburu bunga, kata Adi, sudah ramai mendatangi Pasar Rawa Belong sejak 2 hari lalu. Dagangannya pun meningkat lebih dari 2 kali lipat dari hari-hari biasanya.

"Kalau hari-hari biasa sih, paling 200-300 ikat. Wah, ya kalau sekarang ribuan (ikat bunga)," ucap Adi.

"Kalau untuk tahun ini (penjualan meningkat) 250 persen," tambah dia.

Pagi itu, pasar memang tampak penuh. Banyak muda-mudi yang membeli bunga untuk pasangannya. Namun, ada pula yang membeli bunga untuk merayakan dirinya sendiri.

Misalnya Cecil, wanita asal Cengkareng ini rela datang jauh-jauh datang ke Pasar Rawa Belong untuk berburu bunga. Cecil memborong bunga pikok, mawar, hingga aster.

"Iya aku tuh self reward banget sih buat diri aku sendiri karena kan enggak ada yang ngasih ya. Jadi ya, ya udahlah aku beli sendiri ajalah ya. Mandiri aja gitu," ujar Cecil.

Cecil juga mengaku merasa fear of missing out (FOMO) di suasana Valentine ini. Sehingga, membeli bunga untuk dirinya sendiri menjadi pilihannya.

"Karena untuk diri aku sendiri sih, Valentine juga sih. Karena kan juga Valentine kan lagi meriah-meriahnya bunga ya. Jadi aku beli bunga," tutur Cecil.

"Iya FOMO aja sih aku," tambah dia.

Cecil mengaku rela datang jauh-jauh karena melihat harga bunga di Pasar Rawa Belong yang relatif terjangkau.

"Kalau ditotal aku bunganya habis Rp 200 ribu sih. Enam macam bunga. Murah sih. Karena emang pusatnya ya," ungkap Cecil.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Semeru Erupsi Luncurkan Awan Panas 6 Kilometer, Kolom Abu Capai 2.000 Meter
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Ukraina desak para mitra sediakan rudal PAC-3
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Panduan Transfer Uang dari Luar Negeri ke Indonesia Terlengkap
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Lepas Bantuan untuk Bencana Sumatera, Kapolri: Wujud Kehadiran Negara
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Buntut Penembakan Pilot, Bandara Korowai Batu Boven Digoel Masih Ditutup
• 1 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.