DEPOK, KOMPAS.com – Kondisi jalan rusak di Jalan Gedoran Baru, Kota Depok, Jawa Barat, dikeluhkan warga.
Ruas jalan menuju Terminal Depok yang hanya berjarak sekitar 600 meter dari Balai Kota Depok itu dipenuhi lubang dan genangan air meski sudah beberapa kali ditambal.
Jalan yang menghubungkan Jalan Margonda Raya dan Terminal Depok Baru tersebut menjadi akses vital transportasi umum dan kendaraan pribadi.
Baca juga: Warga Minta Jalan ke Terminal Depok Diaspal Permanen, Bukan Hanya Ditambal
Namun, perbaikan yang dilakukan sebelumnya tak bertahan lama.
Pantauan Kompas.com di lokasi, Jumat (13/2/2026), kerusakan paling parah berada di lajur kiri, yakni arus kendaraan dari Terminal Depok Baru menuju Margonda.
Terdapat lebih dari 15 titik lubang dengan kedalaman sekitar 3–10 sentimeter, dipenuhi batu kerikil sisa aspal.
Baca juga: Warga Muak Jalan Gedoran Baru Dekat Balai Kota Depok Cuma Ditambal
Kondisi ini membuat pengendara menurunkan kecepatan dan melaju zig-zag untuk menghindari lubang.
Beberapa kendaraan bahkan terlihat hampir bersentuhan dengan arus berlawanan.
KOMPAS.com/DINDA AULIA RAMADHANTY Ruas Jalan Gedoran Baru, Kota Depok, yang rusak karena penuh lubang dan dekat Balai Kota Depok, Jumat (13/2/2025).
Padahal, jalan tersebut tak pernah sepi karena dilalui angkot, Transjakarta, Biskita Trans Depok, bus antarkota, serta kendaraan pribadi.
Kerusakan Jalan Gedoran Baru sebelumnya pernah dikeluhkan sopir angkot pada September 2025. Dinas PUPR Depok sempat melakukan pengaspalan pada awal Oktober 2025. Namun, empat bulan kemudian, tambalan kembali rusak dan menjadi titik genangan air.
Pengendara Muak
Sejumlah warga mengaku lelah dengan kondisi jalan yang dinilai tak kunjung diperbaiki secara permanen.
Pengendara motor, Rifqi (30), menilai pemerintah perlu melakukan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam.
“Dipasang beton jalan minimal, karena namanya jalan penting menuju stasiun apalagi ada Terminal Depok juga, baiknya perbaikan permanen bukan sementara,” ucap Rifqi saat ditemui di lokasi, Jumat (13/2/2026).
Menurut dia, penambalan aspal hanya memboroskan anggaran karena akan kembali rusak setiap hujan deras.