RIYADH, KOMPAS.TV - Arab Saudi diperkirakan memulai bulan Ramadan 1447 Hijriah pada 19 Februari 2026.
Selain itu, puasa Ramadan tahun ini kemungkinan akan dijalankan selama 30 hari.
Hal itu didasarkan pada penghitungan astronomis untuk menandai kapan dimulainya Ramadan 2026.
Dikutip dari International Quran News Agency, profesor Penelitian Astronomi dari Institut Astronomi dan Penelitian Geofisika Negara Saudi, Mohammed Ghraib menjelaskan penghitungan astronomi tersebut.
Ghraib mengatakan bahwa berdasarkan penghitungan, bulan Syakban kemungkinan besar akan berlangsung selama 30 hari.
Baca Juga: Trump Sebut Pergantian Rezim Iran akan Jadi Hal Terbaik yang Bisa Terjadi
Secara astronomis, hari pertama Ramadan akan terjadi pada 19 Februari.
Sedangkan hari pertama bulan Syawal yang menandai Idulfitri di Arab Saudi akan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Ghraib juga menekankan bahwa perhitungan astronomi yang akurat menunjukkan hilal Ramadan akan muncul sebelum waktu pengamatan.
Tetapi lamanya jeda hilal setelah matahari terbenam pada hari pengamatan merupakan faktor penentu kemungkinan penampakannya.
Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti
Sumber : International Quran News Agency
- arab saudi
- ramadan
- puasa
- 19 februari




