Cirebon (ANTARA) - Anggota Komisi VIII DPR RI Selly Andriany Gantina menyebutkan bahwa fasilitas Sekolah Rakyat di Kota Cirebon, Jawa Barat, masih perlu pembenahan agar memenuhi standar keamanan dan kenyamanan bagi para siswa.
Selly dalam keterangannya di Cirebon, Sabtu, mengatakan sejumlah temuan di lapangan menunjukkan kondisi fasilitas belum optimal dan belum sepenuhnya sejalan dengan visi program pendidikan yang dicanangkan pemerintah pusat.
Ia menilai kesesuaian aturan dan pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) di sekolah tersebut, masih perlu diperkuat agar layanan kepada siswa berjalan maksimal.
“Ada beberapa catatan yang harusnya bisa ditingkatkan serta dilengkapi,” katanya.
Menurut dia, sekolah berasrama semestinya ditunjang fasilitas layak guna mendukung aktivitas belajar dan tinggal peserta didik.
Baca juga: Komisi VIII tampung aspirasi terkait lahan Sekolah Rakyat di Cirebon
Namun dari hasil peninjauan, ia melihat pemanfaatan dan kelengkapan sarana belum berjalan maksimal, terutama pada fasilitas asrama.
Selly mengaku saat memeriksa kamar siswa, ditemukan sejumlah ranjang bertingkat dalam kondisi kurang layak, dengan bagian rangka besi terlihat penyok dan berisiko terhadap keselamatan.
“Saat saya mengecek kamar, saya lihat kondisi ranjang dengan besi yang penyok. Saya khawatir ranjang tingkat itu tidak kokoh hingga menimpa anak di bawah,” ujarnya.
Selain itu, ia menyoroti pula keterbatasan fasilitas kamar mandi yang tersedia bagi penghuni asrama, karena hanya tersedia tiga fasilitas yang dipakai bersama sehingga menimbulkan antrean panjang setiap hari.
Baca juga: Kementerian PU percepat bangun Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Timur 1
“Guru di sana bercerita anak-anak harus mengantri mandi sejak pukul 3 pagi,” katanya.
Seluruh temuan tersebut, kata dia, akan disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Kementerian Sosial (Kemensos).
“Kami berkomitmen mengawal perbaikan fasilitas Sekolah Rakyat di Cirebon agar kualitas layanan bagi masyarakat semakin baik,” ucap dia.
Baca juga: Anggota DPR: Sekolah Rakyat jaring pengaman pendidikan anak miskin
Baca juga: DPR minta Sekolah Rakyat lebih tepat sasaran cegah kasus siswa di NTT
Selly dalam keterangannya di Cirebon, Sabtu, mengatakan sejumlah temuan di lapangan menunjukkan kondisi fasilitas belum optimal dan belum sepenuhnya sejalan dengan visi program pendidikan yang dicanangkan pemerintah pusat.
Ia menilai kesesuaian aturan dan pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) di sekolah tersebut, masih perlu diperkuat agar layanan kepada siswa berjalan maksimal.
“Ada beberapa catatan yang harusnya bisa ditingkatkan serta dilengkapi,” katanya.
Menurut dia, sekolah berasrama semestinya ditunjang fasilitas layak guna mendukung aktivitas belajar dan tinggal peserta didik.
Baca juga: Komisi VIII tampung aspirasi terkait lahan Sekolah Rakyat di Cirebon
Namun dari hasil peninjauan, ia melihat pemanfaatan dan kelengkapan sarana belum berjalan maksimal, terutama pada fasilitas asrama.
Selly mengaku saat memeriksa kamar siswa, ditemukan sejumlah ranjang bertingkat dalam kondisi kurang layak, dengan bagian rangka besi terlihat penyok dan berisiko terhadap keselamatan.
“Saat saya mengecek kamar, saya lihat kondisi ranjang dengan besi yang penyok. Saya khawatir ranjang tingkat itu tidak kokoh hingga menimpa anak di bawah,” ujarnya.
Selain itu, ia menyoroti pula keterbatasan fasilitas kamar mandi yang tersedia bagi penghuni asrama, karena hanya tersedia tiga fasilitas yang dipakai bersama sehingga menimbulkan antrean panjang setiap hari.
Baca juga: Kementerian PU percepat bangun Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Timur 1
“Guru di sana bercerita anak-anak harus mengantri mandi sejak pukul 3 pagi,” katanya.
Seluruh temuan tersebut, kata dia, akan disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Kementerian Sosial (Kemensos).
“Kami berkomitmen mengawal perbaikan fasilitas Sekolah Rakyat di Cirebon agar kualitas layanan bagi masyarakat semakin baik,” ucap dia.
Baca juga: Anggota DPR: Sekolah Rakyat jaring pengaman pendidikan anak miskin
Baca juga: DPR minta Sekolah Rakyat lebih tepat sasaran cegah kasus siswa di NTT





