VIVA – Situasi ruang ganti Persib Bandung dikabarkan tengah memanas usai kalah 0-3 dari Ratchaburi FC pada leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two 2025-2026 di Ratchaburi Stadium, Thailand, Rabu 11 Februari 2026.
Kekalahan tersebut membuat Maung Bandung dalam posisi sulit jelang leg kedua, pasalnya mereka harus menang dan mencetak lebih dari 3 gol di GBLA Rabu 18 Februari 2026. Pelatih Bojan Hodak pun memberikan peringatan keras kepada para pemain seusai laga.
Tiga gol Ratchaburi di leg pertama lahir melalui dua gol Tana dan satu gol Gabriel Mutombo ke gawang Teja Paku Alam.
Kondisi ruang ganti pascalaga kemudian diungkap melalui tayangan kanal YouTube resmi Persib. Dalam video tersebut, Bojan menyoroti perbedaan level kompetisi antara Super League dan AFC Champions League Two.
“Level ini berbeda dengan liga. Di liga, jika membuat kesalahan mereka tidak akan menghukum kita. Di sini (ACL 2), kita membuat banyak kesalahan dan mereka menghukum kita,” ujar Bojan di hadapan Thom Haye dan Eliano Reijnders.
Pelatih asal Kroasia itu menilai kekalahan terjadi karena performa tim yang tidak cukup baik sepanjang pertandingan. Ia juga mengingatkan para pemain bahwa periode setelah kekalahan akan menjadi momen berat yang harus dihadapi bersama.
“Sangat simpel, kita tidak cukup baik. Sekarang satu pekan ke depan, kalian tahu apa yang harus dilakukan. Karena hari ini kita bermain buruk, maka satu pekan ini akan buruk,” katanya.
Meski demikian, Bojan meminta para pemain segera melupakan kekalahan tersebut dan mengalihkan fokus ke leg kedua. Bermain di kandang sendiri dinilai memberi peluang berbeda bagi Persib untuk bangkit.
“Sekarang fokus untuk laga di kandang, tentu dengan cuaca yang berbeda dan segalanya berbeda. Segala masalah di sini tidak akan menjadi masalah di sana,” ucapnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kekompakan tim dan tidak saling menyalahkan.
“Jangan menyalahkan satu sama lain. Lupakan segalanya tentang hari ini. Besok adalah hari yang baru dan fokus untuk laga selanjutnya di kandang. Kalian bisa bertanya kepada diri sendiri, ‘apakah aku sudah memberikan yang terbaik atau belum?’,” pungkas Bojan.





