JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang remaja dilaporkan tewas akibat luka sabetan senjata tajam setelah terlibat tawuran di Jalan Mayjen Sutoyo, Makasar, Jakarta Timur.
Wakasat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Timur Komisaris Sri Yatmini mengatakan, korban sempat dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati sebelum akhirnya dinyatakan tewas pada Jumat (13/2/2026).
"Dugaan kekerasan fisik terhadap anak dan tawuran yang mengakibatkan satu korban meninggal dunia, tepatnya pada hari jumat sekitar pukul 09.15 WIB di Rumah Sakit Polri, dalam perawatan," kata Sri saat dikonfirmasi, Sabtu (14/2/2026).
Baca juga: Pramono Larang Sahur On The Road di Jakarta, Rawan Sebabkan Tawuran
Sri menuturkan, setelah kejadian tersebut, kepolisian langsung mmengejar para remaja yang diduga terlibat dalam aksi tawuran.
"Dan dalam hal ini, anak-anak saat ini yang ada di dalam, eh rekaman video itu, semua sudah kami amankan, ada kurang lebih 16," jelas Sri.
Dari total 16 remaja yang ditangkap, empat di antaranya diduga terlibat langsung dalam aksi kekerasan fisik yang menyebabkan korban meninggal dunia.
"Untuk terduga, saat ini yang sudah mengerucut ada empat. Namun demikian masih ada pendalaman-pendalaman kembali mungkin akan bertambah," jelasnya.
"Dalam hal ini masih tetap dalam proses penyelidikan, kami terus lakukan upaya gelar perkara yang mana, eh kira-kira siapa lagi yang, eh ditemukan dua alat bukti," kata Sri.
Sebelumnya, sejumlah remaja terlibat tawuran di Jalan Mayjen Sutoyo, Makasar, Jakarta Timur, Selasa (10/2/2026). Peristiwa tersebut terekam dalam video yang diunggah akun Instagram @warungjurnalis.
Dalam video itu, terlihat sejumlah remaja saling kejar sambil membawa senjata tajam di Jalan Mayjen Sutoyo arah Cililitan. Seorang remaja tampak terjatuh dan langsung terkena sabetan senjata tajam.
Sementara itu, remaja lainnya melarikan diri menggunakan sepeda motor dan berjalan kaki menjauh dari lokasi kejadian. Sejumlah pengendara sepeda motor yang melintas tampak menepi untuk menghindari bentrokan tersebut.
Baca juga: Operasi Pekat Jaya 2026: 937 Pelaku Tawuran hingga Premanisme Ditangkap
Beberapa remaja yang terlibat juga terlihat masih mengenakan seragam sekolah.
Kapolsek Makasar KomisarisSumardi sebelumnya membenarkan kejadian tawuran tersebut. Ia menyebutkan satu remaja mengalami luka serius akibat bacokan.
"Korban sekarang masih di Rumah Sakit Polri, dia kena korban luka bacok di kepala bagian belakang," kata Sumardi saat dikonfirmasi, Rabu (11/2/2026).
Sumardi menambahkan, pihak kepolisian masih mendalami identitas dan peran para pelaku yang langsung membubarkan diri setelah kejadian.
"Untuk terduga pelaku masih dalemin. Kalau status pelajarnya kita belum bisa memastikan, tapi kita dalemin dulu. Nanti perkembangan lebih lanjut nanti kita sampaikan kembali," kata Sumardi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




