Rekor Sempurna Berakhir Pilu: Pascal Zuberbuhler Tersingkir Tanpa Kebobolan di Piala Dunia 2006

tvrinews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Jakarta 

Penjaga Gawang Legendaris Swis Pascal Zuberbuhler mencatatkan tonggak sejarah unik dalam Piala Dunia FIFA 2006, meski harus merasakan kepedihan tersingkir melalui adu penalti. 

Bersama Timnas Swis, ia menciptakan rekor luar biasa dengan tidak kebobolan satu gol pun sepanjang turnamen, namun tetap gagal melaju lebih jauh.

Swis menjadi satu-satunya tim dalam sejarah Piala Dunia yang tersingkir tanpa kebobolan satu gol pun. Zuberbuhler mencatat clean sheet dalam empat pertandingan, menghadapi sejumlah pemain terbaik dunia tanpa sekalipun kemasukan gol. 

Bermain selama lebih dari enam jam tanpa kebobolan merupakan pencapaian luar biasa bagi seorang penjaga gawang. 

Zuberbuhler berhasil menjaga gawangnya tetap steril saat menghadapi pemain-pemain top dunia seperti Thierry Henry, Zinedine Zidane, Andriy Shevchenko, Emmanuel Adebayor, dan Park Ji-sung.

Swis mencatat clean sheet dalam tiga pertandingan fase grup, yakni melawan Prancis, Togo, dan Korea Selatan. Mereka kemudian kembali menjaga gawang tetap bersih selama 120 menit saat menghadapi Ukraina di babak 16 besar. Namun, Swis harus tersingkir setelah kalah 0-3 dalam adu penalti, meskipun tidak kebobolan dalam waktu normal maupun perpanjangan waktu. 

Rekor tersebut menjadikan Swis sebagai satu-satunya tim yang tersingkir dari Piala Dunia tanpa kebobolan satu gol pun, sebuah pencapaian yang masih bertahan hingga saat ini. 

Meski tampil sempurna secara statistik, Zuberbuhler mengaku sulit menerima kenyataan tersingkir dari turnamen.

“Setelah setiap pertandingan dan setiap turnamen, saya selalu menganalisis diri saya sendiri, apa yang bisa saya lakukan lebih baik? Saya pulang ke Swis setelah Piala Dunia, dan saya tidak memiliki apa pun untuk dianalisis,” ujar Zuberbuhler yang dikutip oleh tvrinews.com, Sabtu, 14 Februari 2026.

Ia bahkan mengaku secara mental sulit menerima situasi tersebut, karena meskipun mencatat rekor dunia, timnya tetap tidak memenangkan gelar apa pun.

Salah satu momen paling berkesan bagi Zuberbuhler adalah kemenangan 2-0 atas Togo di Dortmund. Atmosfer stadion dipenuhi puluhan ribu pendukung Swis yang memberikan dukungan luar biasa.

Ia mengenang suasana tersebut sebagai salah satu momen terbaik dalam kariernya, dengan ribuan suporter Swis memenuhi stadion dan jalanan menuju negara asal mereka setelah pertandingan.

Swis mengawali turnamen dengan hasil imbang 0-0 melawan Prancis, sebelum meraih kemenangan 2-0 atas Togo dan Korea Selatan untuk memuncaki grup dan melaju ke babak gugur. Namun perjalanan mereka terhenti setelah kalah adu penalti dari Ukraina.

Menjelang turnamen, posisi Zuberbuhler sempat diragukan oleh sebagian media Swis. Namun, ia menjawab kritik tersebut dengan performa gemilang di lapangan.

Ia mengaku tekanan justru menjadi sumber motivasi tambahan untuk tampil lebih baik. Kepercayaan pelatih dan semangat tim menjadi faktor penting dalam keberhasilan Swis mencatat rekor defensif bersejarah tersebut.

Pada pertandingan melawan Ukraina, Zuberbuhler bahkan berhasil menggagalkan penalti pertama yang dieksekusi Andriy Shevchenko setelah mempelajari pola tendangan lawannya melalui rekaman video.

Namun, Swis akhirnya kalah dalam adu penalti setelah tiga penendang mereka gagal mencetak gol, sehingga perjalanan mereka di Piala Dunia 2006 berakhir dengan cara yang menyakitkan.

Meski tersingkir, performa Swis dan Pascal Zuberbuhler tetap dikenang sebagai salah satu pencapaian defensif paling luar biasa dalam sejarah Piala Dunia, dengan rekor yang hingga kini belum mampu disamai tim mana pun.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perkuat Soliditas Kader, Nasdem Sulsel Konsolidasi Internal
• 10 jam laluharianfajar
thumb
Libur Panjang Imlek, Ini Tips Aman Kelola Risiko Perjalanan
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Perluas Portofolio Bisnis Rendah Karbon, Elnusa Petrofin Dukung Implementasi Green Terminal Tanjung Sekong
• 15 jam laluviva.co.id
thumb
Pramono Pastikan Kawasan Pasar Palmerah Akan Ditertibkan Permanen
• 12 jam laludetik.com
thumb
Warga RW 014 Kelurahan Kassi-Kassi Makassar Gelar Market Day 08
• 11 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.