56 Tahun Guntur Soekarnoputra–Heni Mengarungi Biduk Rumah Tangga dan Kejutan dari Cucu

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

Putra sulung Presiden pertama Sukarno, Guntur Soekarnoputra, dan istrinya, Heni Guntur Soekarno, merayakan ulang tahun ke-56 perkawinan di salah satu hotel di Jakarta, Sabtu (14/2/2026). Hidup bersama selama lebih dari setengah abad menjadi inspirasi banyak pasangan. Begitu pula nilai-nilai yang ditanamkan keduanya di keluarga.

Suasana penuh kebahagiaan terasa sejak para tamu mulai berdatangan. Keluarga, sahabat, serta sejumlah kerabat dekat tampak saling menyapa hangat, mengenang perjalanan panjang pasangan tersebut.

Kehangatan pun kian terasa ketika tiba waktunya Guntur menerima potongan tumpeng dan kue pertama dari istri tercintanya. 

“Pokoknya ini potongan tumpeng dan lain sebagainya, diberikan oleh istri tercinta kepada saya. Ya maklum lah, kan saya begini-begini udah jadi suami yang baik, 56 tahun bayangkan aja, setengah abad lebih lho,” kata Guntur sambil tersenyum tipis. 

“Belum tentu kalian gitu nanti. Tapi saya doakan ya, turutilah jejak dan langkah kami berdua,” lanjut Guntur disambut tawa kecil dan tepuk tangan para tamu dan sahabatnya. 

Saya doakan ya, turutilah jejak dan langkah kami berdua.

Momentum perayaan hari jadi pernikahan yang bersamaan dengan Hari Kasih Sayang atau Valentine Day kian menambah makna acara tersebut.

Bagi Guntur dan Heni, tanggal 14 Februari bukan sekadar simbol romantisme, melainkan penanda perjalanan panjang membangun kebersamaan, melewati berbagai fase kehidupan dengan saling menguatkan.

Kejutan dari cucu

Kemunculan cucu Guntur, Syahandra Kameron atau yang akrab disapa Syahan, sebelum prosesi potong tumpeng menjadi hadiah teristimewa sekaligus kejutan bagi pasangan itu. Pasalnya yang mereka tahu, Syahan masih berada di Jepang untuk menyelesaikan kuliahnya. Tak ada pula pemberitahuan dari Syahan ataupun ibunya yang juga putri tunggal Guntur, Puti Guntur Soekarno, soal rencana kehadiran Syahan.

Syahan melangkah masuk ke dalam ruangan sembari membawa buket bunga sebagai kado pernikahan. Melihatnya, wajah Guntur dan Heni seketika berbinar. Syahan langsung disambut dengan pelukan hangat.

Menurut Puti, Syahan sengaja hadir untuk ikut merayakan ulang tahun pernikahan kakek-neneknya. Kepulangannya kembali ke Tanah Air juga karena urusan kuliahnya sudah hampir tuntas. Cucu kedua dari Guntur-Heni itu tinggal menunggu wisuda, Maret mendatang.

“Insya Allah nanti di Maret, Syahan sudah lulus dan akan graduation di Jepang. Tapi karena sudah diusir dari apartemennya, jadi Syahan bilang kemarin, makanya aku mesti pulang, soalnya kalau gak pulang aku gak ada tempat lagi di Jepang katanya,” ujar Puti menirukan ucapan Syahan. 

Inspirasi

Bagi Puti, perjalanan pernikahan orangtuanya yang telah melampaui separuh abad bukan sekadar angka, melainkan seperti tokoh Galih dan Ratna dalam film Gita Cinta dari SMA, film yang menjadi salah satu ikon perfilman Indonesia era 1970-an.

Film itu untuk diketahui, menceritakan kisah romansa remaja yang sederhana tetapi penuh dengan tantangan sosial.

Baca JugaMenonton Film, Lalu Menemukan Diri

Puti pun kagum dengan orangtuanya yang tak terpisahkan dalam situasi apapun. Sepanjang ingatannya, misalnya, ia tidak pernah melihat ayah dan ibunya bepergian sendiri-sendiri, baik itu perjalanan keluar kota maupun kunjungan ke luar negeri. Keduanya selalu tampak bersama.

“Pertanyaannya saya gak tau apakah itu memang tidak diizinkan sama Papa atau memang Mama gak mau ninggalin Papa,” tutur Puti tersenyum. 

Yang juga dikaguminya, orangtuanya selalu menanamkan nilai-nilai kekeluargaan dan kasih sayang di keluarga. Hal itu kemudian menjadi inspirasi baginya ketika memutuskan berumah tangga.

Baca JugaGuntur Soekarno dan Kacamata Hitam

“Kita kecil, selalu bersama karena Papa selalu mengajak keponakan-keponakannya setiap weekend untuk berkumpul. Jadi itulah yang selalu saya pegang sampai sekarang, bagaimana nilai kekeluargaan itu harus tetap dikedepankan walaupun sesibuk apapun kita,” ucap Puti. 

Nilai kekeluargaan itu harus tetap dikedepankan walaupun sesibuk apapun kita.

“Kita berdoa untuk kebahagiaan Papa dan Mama, supaya panjang umur, sehat, dan kemudian juga bisa tetap memberikan menjadi pelita bagi kami, inspirasi bagi kami dalam mengarungi bahtera rumah tangga, terutama bagi kami yang masih muda ini,” tambahnya.

Selamat ulang tahun ke-56 pernikahan, Guntur dan Heni! 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Soal Dugaan Narkoba Kapolres Bima Kota, Lemkapi Minta Propam Usut Tuntas
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
TERPOPULER: Maia Estianty Bikin Netizen Insecure, Reaksi Amanda Manopo soal Fajar Sadboy Diludahi Indra Frimawan
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Sosok Luke Vickery Calon Naturalisasi Era Pelatih Timnas John Herdman: Darah Muda, Berpengalaman dan Main di Kasta Tertinggi Liga Australia
• 5 jam laluharianfajar
thumb
Mengintip Tradisi Ziarah Kubu Jelang Ramadan di TPU Cipinang Besar
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Saksi Kasus Suap Ijon Proyek Nyumarno Terlibat Pengeroyokan, KPK Akan Koordinasi Dengan Polres Bekas
• 23 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.