Jakarta, tvOnenews.com - Laga perebutan gelar kelas welter (66,6 kg) versi World Boxing Council (WBC) antara Ryan Garcia dan juara bertahan Mario Barrios kembali diselimuti sorotan.
Bukan karena duel di atas ring, melainkan karena persoalan administratif yang kembali menyeret nama Garcia.
Menjelang pertarungan di T-Mobile Arena, Las Vegas, 21 Februari, Garcia dijatuhi denda 5.000 dolar AS akibat terlambat melaporkan hasil timbang badan wajib 14 hari sebelum laga.
Aturan ini merupakan bagian dari protokol keselamatan WBC untuk memastikan petinju tetap dalam batas berat yang ditentukan.
“Pemeriksaan berat badan 14 hari Ryan Garcia seharusnya diterima pada Sabtu lalu, 7 Februari,” kata Presiden WBC, Mauricio Sulaiman, dalam pemberitahuan tertanggal 10 Februari kepada tim Garcia.
Keterlambatan tersebut membuat Garcia juga menerima peringatan adanya potensi sanksi disipliner lanjutan.
Meski demikian, ia akhirnya tetap mengirimkan bukti video yang menunjukkan berat badannya berada dalam batas yang diizinkan, yakni maksimal lima persen di atas limit kontrak 147 pon.
Garcia tercatat memiliki berat 154,2 pon, masih di bawah ambang 155 pon yang diwajibkan pada pemeriksaan 14 hari.
Sebaliknya, Barrios menunjukkan kepatuhan penuh terhadap regulasi. Petinju asal San Antonio itu telah lebih dulu mengirimkan video timbang badan sesuai jadwal, dengan berat 153,0 pon.
Dengan rekor 29 kemenangan (18 KO), dua kekalahan, dan dua hasil imbang, Barrios tampil sebagai juara yang relatif tanpa cela di tengah riuh kontroversi calon penantangnya.
Ini bukan pertama kalinya Garcia bermasalah soal berat badan dan regulasi. Pada April 2024, ia gagal memenuhi batas timbang jelang duel melawan Devin Haney.
Kemenangan yang sempat ia raih lewat keputusan mayoritas kemudian dibatalkan menjadi no-contest setelah ia dinyatakan positif menggunakan ostarine. Pelanggaran tersebut berujung pada skorsing satu tahun serta penyitaan honor lebih dari 1,1 juta dolar AS.
Selain itu, Garcia juga sempat dikenai sanksi oleh WBC akibat perilaku rasis dan tidak stabil sebelum akhirnya larangan tersebut dicabut dan ia disetujui sebagai penantang resmi gelar milik Barrios.
WBC untuk sementara menilai keterlambatan terbaru ini lebih disebabkan kelalaian tim, bukan unsur kesengajaan.




