Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono, mengundurkan diri dari jabatannya sekaligus mengajukan pensiun dini dari institusi tersebut.
Daryono mengungkap alasan pengunduran dirinya. Ia menyampaikan bahwa dirinya tengah menjalani perawatan medis akibat sakit mata yang disebut distrofi kornea. Ia juga menyatakan telah mengambil cuti dinas sebelum memasuki masa pensiun dini.
Pengunduran diri itu diumumkan setelah ia mengajukan secara resmi kepada Pimpinan BMKG pada Jumat (13/2) malam.
“Hingga 1 Mei (2026) saya masih berstatus pegawai BMKG,” kata Daryono dikutip dari Antara, Sabtu (14/2).
Meski tak lagi menjabat, Daryono memastikan tetap berkomitmen memberikan edukasi publik di bidang kegempaan dan kebencanaan sebagai bagian dari tanggung jawab keilmuan dan moral di negara rawan bencana seperti Indonesia.
“Insyaallah, hingga nantinya saya memiliki afiliasi institusi yang baru dan kredibel, saya akan tetap konsisten berkontribusi sebagai ahli dan edukator publik di bidang kebencanaan, dengan tetap menjunjung tinggi objektivitas ilmiah, integritas, dan kepentingan keselamatan masyarakat," kata dia,
"Demikian yang dapat saya sampaikan. Terima kasih atas kerja sama, kepercayaan, dan sinergi yang selama ini telah terjalin dengan sangat baik,” sambungnya.





