Jakarta, tvOnenews.com - Masa depan Marcus Thuram di Inter Milan mulai menjadi bahan perbincangan hangat jelang bursa transfer musim panas. Penyerang asal Prancis itu memang masih menjadi bagian penting dari skuad, namun situasinya tidak lagi sepenuhnya aman.
Menurut laporan Tuttosport, manajemen Inter tengah menyusun peta jalan baru untuk membangun tim yang lebih kompetitif. Dalam proses tersebut, sejumlah keputusan besar harus dipertimbangkan, termasuk potensi melepas pemain bernilai tinggi.
Thuram memiliki posisi unik dalam kalkulasi finansial klub. Didatangkan secara gratis pada 2023, penjualannya nanti akan menghasilkan keuntungan murni yang signifikan bagi neraca keuangan Inter.
Faktor itulah yang membuat namanya masuk dalam pembahasan internal. Jika ada tawaran besar yang datang, manajemen tentu tidak bisa menutup mata begitu saja.
Di sisi lain, Inter kini memiliki kedalaman lini serang yang semakin menjanjikan. Lautaro Martinez tetap menjadi poros utama permainan sekaligus simbol kepemimpinan di ruang ganti.
Perkembangan Francesco Pio Esposito dan Ange-Yoan Bonny juga memberi harapan baru. Keduanya menunjukkan grafik performa yang meningkat dan dianggap siap mengambil tanggung jawab lebih besar.
Dengan opsi yang semakin beragam, ketergantungan terhadap Thuram mulai berkurang. Inter merasa memiliki alternatif yang cukup untuk menjaga produktivitas lini depan.
Wacana penjualan ini bukan semata soal performa individu. Lebih dari itu, langkah tersebut berkaitan dengan strategi menyeluruh untuk memperkuat struktur tim.
Inter disebut ingin memprioritaskan perekrutan bek tengah kelas atas dan penjaga gawang utama. Penguatan di sektor tersebut dianggap krusial demi menjaga keseimbangan tim dalam jangka panjang.
Dana segar dari potensi transfer Thuram bisa menjadi bahan bakar untuk mewujudkan rencana tersebut. Manajemen ingin memastikan setiap keputusan yang diambil memiliki dampak berkelanjutan.
Meski begitu, peran Thuram di lapangan tetap tidak bisa diabaikan. Ia masih menjadi bagian penting dalam skema permainan Cristian Chivu, terutama dalam membuka ruang dan menciptakan tekanan di lini depan.
Situasi ini menempatkan Inter pada persimpangan yang rumit. Antara mempertahankan pemain berpengaruh atau memanfaatkan momentum pasar demi kepentingan proyek jangka panjang.




