Militer Amerika Serikat menyerang sebuah kapal diduga pembawa narkoba di Karibia pada Jumat (13/2). Dalam serangan tersebut, tiga orang terduga penyelundup tewas.
Dikutip dari AFP, dengan adanya serangan itu, jumlah korban tewas dalam upaya AS memberantas penyelundupan narkoba menjadi 133 orang.
Pemerintahan Presiden Donald Trump mulai menargetkan kapal-kapal yang diduga terlibat penyelundupan pada awal September lalu, dengan menegaskan bahwa mereka secara efektif sedang berperang melawan terduga teroris narkoba yang beroperasi dari Venezuela. Puluhan serangan telah dilakukan sejak saat itu.
Para pejabat pemerintah belum memberikan bukti pasti bahwa kapal-kapal tersebut terlibat dalam perdagangan narkoba, yang memicu perdebatan sengit tentang legalitas operasi yang telah meluas dari Karibia ke Pasifik.
"Tiga teroris narkoba tewas selama aksi ini. Tidak ada pasukan militer AS yang terluka," kata Komando Selatan AS dalam sebuah pernyataan di X.
Serangan baru ini terjadi hampir enam minggu setelah penangkapan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro oleh pasukan khusus AS. Maduro kini dipenjara di AS. Dia membantah tuduhan terkait narkoba dan senjata atas penangkapannya.





