PT KCI Targetkan Kurangi Subsidi Negara Sampai Rp 200 Miliar Lewat Bisnis Iklan

kumparan.com
13 jam lalu
Cover Berita

PT KAI Commuter Indonesia atau PT KCI tengah mengembangkan dua platform yang berfokus pada layanan bisnis periklanan, dengan memanfaatkan ruang-ruang dalam bangunan stasiun hingga peron kereta yang dapat digunakan sebagai media promosi.

Direktur Utama PT KCI, Mochamad Purnomosidi, mengatakan langkah ini dilakukan untuk terus menggali potensi pendapatan tambahan, khususnya sebagai salah satu strategi mengurangi beban subsidi negara.

“Kenapa ini kita lakukan? Harus kita gali terus? Ini adalah salah satu yang kita pergunakan untuk mengurangi, salah satu adalah untuk mengurangi subsidi. Karena nanti dari semua itu akan menjadi pengurang subsidi buat negara,” kata Purnomosidi saat ditemui usai peluncuran C-Merch di Stasiun BNI City, Jakarta, Sabtu (14/2).

Menurutnya, selama ini selisih biaya operasional masih sepenuhnya ditanggung pemerintah. Sehingga melalui pendapatan non-farebox diharapkan dapat membantu menekan kebutuhan subsidi untuk operasional kereta komuter.

“Jadi harapan kita iklannya makin banyak, pendapatannya makin besar, sehingga nanti bisa kita jadikan sebagai pengurang subsidi,” ungkap Purnomosidi.

Purnomosidi menargetkan dari sisi pendapatan non-farebox ditetapkan sekitar Rp 200 miliar. Target tersebut bukan untuk menambah total pendapatan yang diperhitungkan bersama subsidi pemerintah, melainkan murni sebagai upaya membantu menekan besaran subsidi.

“(Rp 200 miliar) target kita. Yang sudah berjalan hampir sampai (Rp) 200 (miliar),” sebut Purnomosidi.

Gandeng Perusahaan Jepang, PT KCI Bikin Miniatur KRL Indonesia

Purnomosidi mengungkapkan PT KCI juga menggandeng KATO, produsen train model asal Jepang, dalam pembuatan miniatur JR 205 Livery KCI. Menurutnya, langkah ini merupakan upaya agar kereta Indonesia bisa dikenal secara global dan masuk pasar internasional.

“Nanti kita pasarkan ke seluruh dunia. Artinya dari sisi kami agar kereta Indonesia ini bisa mendunia, bisa menuju ke pasar global,” ujar Purnomosidi.

Purnomosidi menjelaskan KATO selama ini dikenal sebagai motor industri model kereta dunia dengan pasar di Jepang, Amerika Serikat, Eropa, dan wilayah lain, sehingga melalui kolaborasi ini diharapkan nama KCI dan Indonesia semakin dikenal luas.

Model dengan rangkaian lengkap 12 gerbong kemungkinan akan mahal karena berbahan die-cast. Sehingga KCI meminta agar dibuat versi lebih kecil dengan kisaran harga sekitar 3.000 hingga 4.000 yen.

“(Penjualan miniatur) mulai bulan (Februari) ini. Bulan ini nanti akan mulai di-sale,” sebut Purnomosidi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kaka Slank, Isyana Sarasvati, Hingga Sule Jadi Kejutan di Konser Comeback Mahalini
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
Keceplosan! Al Ghazali Tak Sengaja Spill Bulan Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, Ternyata Bakal Digelar Sebentar Lagi
• 10 jam lalugrid.id
thumb
Suzuki Tak Masuk Daftar Mobil Terlaris Januari 2026, Ini Respons Pabrikan
• 58 menit lalukumparan.com
thumb
Ramalan Zodiak Besok, 16 Februari 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, hingga Virgo
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Daftar Mudik Gratis Lebaran 2026, Syarat dan Caranya
• 6 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.