Meski Kejar Ekspansi Ekonomi, Purbaya Tegaskan Tak Akan Ubah Batas Defisit 3 Persen

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, pemerintah tidak akan mengubah batas defisit 3 persen, meskipun di sisi lain pemerintah juga menargetkan ekspansi ekonomi yang lebih tinggi.

Hal itu ditegaskannya saat ditemui usai acara Indonesia Economic Outlook 2026 yang digelar di Wisma Danantara, Jakarta, pada Jumat kemarin, 13 Februari 2026.

Baca Juga :
Prabowo: Saya Percaya Ekonomi Kita Akan Sangat Baik Tahun Ini
Purbaya Anggarkan Rp 55 Triliun untuk THR ASN di Tahun 2026

Dia menegaskan, saat ini pemerintah juga fokus mengoptimalkan fiskal, menjaga sinkronisasi dengan kebijakan moneter, serta mengandalkan investasi untuk mendorong pertumbuhan, namun batas defisit 3 persen itu tetap tidak akan diubah.

“Tidak (tidak akan ubah batas defisit). Saya akan fokus di 3 persen dan mengoptimalkan ruang yang ada untuk menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat,” kata Purbaya, dikutip Minggu, 15 Februari 2026.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Photo :
  • [Mohammad Yudha Prasetya]

Dia menjelaskan, strategi yang dilakukan pemerintah terbukti berhasil meski sempat diragukan. Dengan defisit tetap di bawah 3 persen, pertumbuhan ekonomi mampu mencapai 5,39 persen pada kuartal IV-2025 dan dinilai menjadi titik lepas dari stagnasi di kisaran 5 persen.

Ke depannya, Purbaya optimistis kinerja ekonomi akan lebih baik dengan mengoptimalkan ruang fiskal yang tersedia. Dia menjelaskan bahwa sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter juga terus dijaga, agar keduanya optimal dalam mendorong ekonomi.

Yang terpenting, kata Purbaya, pemerintah akan berupaya mempercepat debottlenecking untuk memperbaiki iklim investasi, guna memperkuat mesin pertumbuhan baik dari sektor swasta maupun pemerintah.

Terkait kemungkinan mengejar pertumbuhan 8 persen dalam dua hingga tiga tahun mendatang, Purbaya menyebut evaluasi kebutuhan ruang fiskal tambahan akan dilakukan bila diperlukan. Namun, Dia meyakini tambahan tersebut tidak diperlukan, karena terdapat indikasi investor besar akan masuk dalam waktu tidak terlalu lama.

Purbaya juga meyakini kondisi fiskal tetap terkendali hingga 2032. Kebijakan kontra-siklikal atau tambahan stimulus akan dipertimbangkan apabila benar-benar dibutuhkan untuk lebih mempercepat pertumbuhan.

“Tapi, sekarang tidak ada niat untuk menembus 3 persen atau minta evaluasi batas 3 persen itu perlu diubah atau tidak,” ujarnya.

Diketahui, realisasi sementara APBN Tahun 2025 mencetak defisit menjadi Rp 695,1 triliun, atau 2,92 persen dari produk domestik bruto (PDB) per 31 Desember 2025.

Realisasi defisit itu melebar dari target awal 2,53 persen pada APBN 2025 dan proyeksi laporan semester sebesar 2,78 persen, dan hampir menyentuh ambang batas defisit yang ditetapkan oleh undang-undang sebesar 3 persen.

Baca Juga :
Indonesia Masih Jadi Konsumen Game Terbesar Dunia
Startegi Purbaya Genjot Ekonomi Kuartal I-2026 Supaya Bisa Tumbuh 5,5 Persen
MBG Dinilai Bantu Ringankan Ekonomi Ortu Siswa, Evaluasi & Pemantauan Harus Diperkuat

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tol Baru Ini Dibuka Gratis saat Mudik, Palembang-Jambi Makin Dekat
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jokowi Setuju UU KPK Balik ke Versi Lama, Pimpinan KPK Bilang Begini
• 1 jam laludetik.com
thumb
Kisah Heroik Kopassus dan Marinir Rebut Benteng Pemberontak Permesta di Gunung Potong
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
Inter Milan vs Juventus, Derbi Italia Sarat Sejarah di Negeri Pizza
• 18 jam lalugenpi.co
thumb
Pemprov DKI Jakarta Buka Mudik Gratis 2026 ke 20 Kota, Begini Cara Daftarnya!
• 15 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.