JAYAPURA, KOMPAS.TV – Wakil Ketua II Majelis Rakyat Papua (MRP), Max Ohee menilai penembakan pilot dan kopilot Smart Air di Boven Digoel, Papua Selatan, tidak dapat dibenarkan dari sudut pandang hak asasi manusia (HAM).
Max menyebut pihaknya mengecam aksi penembakan terhadap pilot dan kopilot Smart Air tersebut.
"Dari sudut pandang hak asasi manusia, itu merupakan tindakan yang tidak bisa dibenarkan dan kami mengecam keras aksi dari KKB yang menembak pilot dan kopilot Smart Air," kata dia, di Jayapura, Sabtu (14/2/2026).
Dia juga mengecam penembakan terhadap sopir tangki air di Kabupaten Yahukimo pada Rabu (11/2/2026) dan anggota TNI di Kabupaten Mimika yang mengakibatkan satu anggota TNI meninggal dunia pada Kamis (12/2/2026).
Baca Juga: Polisi Ungkap Kronologi-Olah TKP Penembakan Smart Air Tewaskan Pilot & Kopilot di Papua Selatan
"Ini merupakan pelanggaran berat terhadap nilai-nilai kemanusiaan,” ucapnya seperti dikutip Antara.
Menurutnya, keberadaan aparat keamanan dan maskapai penerbangan di wilayah ini untuk melayani masyarakat di daerah yang masih sulit diakses.
"Jadi sebenarnya mereka bukan musuh. Sehingga aksi penembakan KKB terhadap masyarakat sipil dan juga aparat keamanan tidak manusiawi," katanya.
Max pun menyampaikan dukungan terhadap aparat keamanan untuk melindungi masyarakat dan mengimbau agar masyarakat tetap menjaga keamanan.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menyebut pihaknya telah mengidentifikasi para pelaku.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV, Antara
- majelis rakyat papua
- mrp
- penembakan pesawat
- boven digoel
- penembakan
- kkb





