Sehari Tertib Saat Prabowo Datang, Pasar Palmerah Kembali Semrawut

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Penataan Pasar Palmerah kembali jadi sorotan setelah kawasan itu sempat tertib saat Presiden Prabowo melintas, namun sehari kemudian kembali semrawut dan macet.

Suara klakson kembali bersahutan di depan Pasar Palmerah, Jakarta Pusat, Sabtu (14/2/2026).

Arus lalu lintas tersendat, pedagang kaki lima (PKL) kembali memenuhi sisi jalan, dan angkutan kota (angkot) terlihat berhenti sembarangan.

Kondisi ini kontras dengan situasi sehari sebelumnya, saat Prabowo Subianto melintas pada Jumat (13/2/2026) pagi untuk meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Palmerah. Kawasan tersebut tampak bersih dan tertib tanpa PKL di badan jalan.

Namun, ketertiban itu hanya berlangsung sehari. Pada Sabtu, wajah Pasar Palmerah kembali seperti semula, yakni semrawut dan rawan macet.

Baca juga: Pasar Palmerah Semrawut Lagi, Warga: Cuma Pak Prabowo yang Bisa Bikin Tertib

PKL Akui Sempat “Diliburkan”

Salah satu pedagang, Jumiati (45), mengaku para PKL yang biasa berjualan di depan pasar memang diliburkan sementara karena kedatangan Presiden.

"Kemarin diliburin dua hari sih sementara, sekarang baru boleh buka lagi," ucap dia ketika diwawancarai Kompas.com di lokasi, Sabtu.

Menurut Jumiati, sebenarnya sudah ada kesepakatan antara PKL dan pengelola pasar.

Para pedagang diperbolehkan membuka lapak maksimal hingga pukul 08.00 WIB. Setelah itu, jalan di depan Pasar Palmerah harus kembali steril dan lapak wajib dibereskan.

Baca juga: Pramono: Penataan Pasar Palmerah Bukan karena Presiden Datang

Warga: “Cuma Pak Prabowo yang Bisa Bikin Tertib”

Ismail (51), warga sekitar, merasakan perbedaan signifikan antara kondisi pasar saat Presiden melintas dan kondisi saat ini.

"Kemarin lancar banget enak, cuma Pak Prabowo yang bisa bikin tertib, kalau dari dulu emang macet," kata salah satu warga bernama Ismail (51) saat diwawancarai Kompas.com di Pasar Palmerah, Sabtu.

Ia menilai kondisi pasar kini kembali semrawut. Keberadaan PKL dan angkot yang ngetem sembarangan disebut menjadi penyebab utama kemacetan.

"Sebenarnya, kalau bisa ditertibkan lagi dirapihkan lagi," ungkap dia.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Dwi (35). Ia berharap ketertiban seperti saat kunjungan Presiden dapat dipertahankan secara konsisten.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

"Pengin sih konsisten ya tertibnya, kayak kemarin tuh enak dilihat, bersih, enggak macet juga sayangnya cuma sehari, sekarang begini lagi," kata Dwi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fahira Idris Imbau Warga Manfaatkan Program Mudik Gratis Pemprov Jakarta
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Pasar Murah Jelang Ramadan Digelar di Malang, Harga Beras hingga Telur Lebih Terjangkau
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Harga Emas Perhiasan Hari Ini 15 November Termurah Rp472 Ribu per Gram
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Buntut Penembakan Pilot, Bandara Korowai Batu Boven Digoel Masih Ditutup
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
IPF Resmi Gelar 1st VATA Couples Valentine Pickleball Tournament 2026, Harlin E. Rahardjo Sebut Jadi Ajang Menggembirakan Bersama Pasangan
• 2 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.