Federasi Olahraga Es Italia Optimistis Olimpiade Milan-Cortina 2026 Dongkrak Popularitas Cabang Es

pantau.com
9 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Federasi Olahraga Es Italia (FISG) berharap Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 dapat mendorong perkembangan dan popularitas olahraga es di seluruh Italia.

Direktur Performa Tinggi FISG, Kenan Gouadec, menyatakan olahraga es di Italia masih tergolong cabang yang sangat spesifik dan belum menjadi arus utama.

"Olahraga es memiliki tingkat popularitas tertentu, tetapi masih tergolong cabang yang bersifat sangat spesifik di Italia," ujarnya.

Ia menilai sepak bola masih sangat mendominasi lanskap olahraga Italia, sementara dalam kategori olahraga musim dingin, cabang berbasis salju seperti ski alpin lebih populer dibandingkan olahraga berbasis es.

Gouadec mengatakan FISG berupaya mengembalikan olahraga es ke arus utama dengan menarik partisipasi lebih luas dari masyarakat dan atlet muda.

"Kami berharap Olimpiade Milan-Cortina akan memberikan visibilitas yang lebih besar bagi olahraga es," katanya.

Ia menambahkan, "Sebagai federasi, kami berupaya melibatkan lebih banyak atlet dan mendorong pembangunan lebih banyak fasilitas di seluruh wilayah Italia.".

Menurutnya, peningkatan liputan media dan perhatian publik sejak persiapan Olimpiade dimulai menjadi tanda positif bagi perkembangan cabang tersebut.

Olimpiade Musim Dingin kembali digelar di Italia setelah terakhir kali berlangsung di Turin 2006.

Gouadec menyebut cabang seluncur cepat lintasan pendek berkembang signifikan dalam 20 tahun terakhir.

" Kini, kami memiliki lebih banyak kompetisi setiap tahunnya," ujarnya.

Ia menambahkan, "Negara-negara yang lebih kecil juga semakin kompetitif dalam cabor seluncur cepat lintasan pendek.".

FISG tidak menetapkan target khusus bagi tim nasional Italia di Olimpiade kali ini.

"Kami hanya ingin memastikan para atlet menikmati momen tersebut. Saya tidak ingin memberikan tekanan kepada mereka," katanya.

Ia juga menyatakan, "Saya selalu berusaha mengatakan kepada mereka bahwa masa karier atlet sangat singkat dibandingkan dengan rentang hidup mereka secara keseluruhan. Jadi, mereka harus menikmati momen-momen seperti Olimpiade, karena kesempatan itu sangatlah langka,".

Pelatih asal China, Qi Mengyao, membawa Italia meraih emas pertama nomor seluncur cepat lintasan pendek melalui estafet beregu campuran.

"Kami menilai dia adalah sosok yang tepat karena kami memiliki sejumlah atlet muda, dan Qi sangat berpengalaman di Kanada dalam pengembangan junior," ujar Gouadec.

Ia menambahkan, "Qi menyatu dengan baik dengan tim, dan dia membawa ketajaman teknis yang kuat ke dalam tim, serta mengembangkan tim melalui kerja taktis yang sangat baik,".

Hingga saat ini, kontingen Italia telah meraih tiga emas, satu perak, dan dua perunggu dari cabang seluncur cepat, seluncur cepat lintasan pendek, dan seluncur indah.

"Saya percaya bahwa jika mereka menikmati momen tersebut dan memanfaatkan energi dari penonton, mereka akan tampil lebih baik, alih-alih merasakan tekanan saat tampil di kandang sendiri," katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG Deteksi Bibit Siklon 96S, Ini Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat 15 Februari
• 9 jam lalukompas.tv
thumb
Demo di Kawasan IMIP Berujung Anarkis
• 1 jam lalurealita.co
thumb
Banjir Cuan Penjualan Bandeng Jelang Imlek
• 17 jam laludetik.com
thumb
Menlu AS: PBB Tak Bisa Selesaikan Perang di Gaza
• 17 jam laludetik.com
thumb
Angkasa Pura Indonesia Diskon 50 Persen Tarif Bandara untuk Lebaran 2026, Berlaku di 37 Bandara
• 23 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.