Jam Kerja ASN Solo Disesuaikan Selama Ramadan

metrotvnews.com
15 jam lalu
Cover Berita

Solo: Pemerintah Kota Surakarta melakukan penyesuaian jam kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) selama Ramadan 1447 Hijriah/2026. Kebijakan ini ditetapkan untuk menjaga keseimbangan antara pelaksanaan ibadah puasa dan kualitas pelayanan publik agar tetap berjalan optimal.

Penyesuaian tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 25 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan ASN selama Ramadan, masa libur nasional dan cuti bersama Hari Suci Nyepi, serta Idulfitri. Melalui kebijakan ini, pengaturan jam kerja disesuaikan dengan karakter tugas masing-masing perangkat daerah dan unit layanan.

"Jumlah jam kerja efektif bagi perangkat daerah yang melaksanakan lima atau enam hari kerja selama bulan Ramadan 1447 Hijriah memenuhi minimal 32,5 jam per minggu," kata Kepala BKPSDM Kota Solo, Beni Supartono Putro, di Solo, Sabtu, 14 Februari 2026.

Baca Juga :

Siapkan Rp55 Triliun untuk THR ASN, Purbaya: Cair di Awal Puasa!
 
Pada hari kerja reguler, jam kerja ASN dimulai pukul 07.30–16.30 WIB untuk Senin–Kamis dan 07.30–14.30 WIB pada Jumat. Selama Ramadan, jam masuk dan pulang digeser. Untuk perangkat daerah dengan pola lima hari kerja, jam dinas Senin–Kamis menjadi pukul 08.00–15.30 WIB dan Jumat pukul 08.00–13.30 WIB.


ASN ilustrasi. Foto: MI/Ramdani.

Sementara itu, satuan pendidikan menerapkan jam kerja Senin–Kamis pukul 07.30–15.15 WIB dan Jumat pukul 07.30–11.00 WIB. Adapun layanan kesehatan seperti rumah sakit umum daerah dan puskesmas tetap membuka layanan dengan penyesuaian waktu, yakni Senin–Kamis pukul 07.30–14.00 WIB, Jumat pukul 07.30–11.30 WIB, dan Sabtu pukul 07.30–12.00 WIB.

Melalui pengaturan ini, Pemerintah Kota Surakarta menekankan bahwa ritme kerja boleh menyesuaikan, tetapi standar pelayanan tidak boleh berkurang. Fokus utama tetap pada keberlanjutan layanan kepada masyarakat sepanjang Ramadan.

"Dengan dikeluarkan edaran penyesuaian jam kerja selama bulan Ramadan, kami berharap ASN tetap melaksanakan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat," kata Beni.

Ia juga mengingatkan bahwa nilai spiritual Ramadan seharusnya menjadi pendorong peningkatan etos kerja aparatur. Kualitas layanan, menurutnya, justru perlu diperkuat pada bulan tersebut.

"Bulan puasa tidak boleh dijadikan alasan menurunnya kualitas layanan. Malah harus meningkat karena bulan ini adalah bulan yang mulia. Harus didasarkan bahwa layanan yang diberikan tidak hanya semata karena tugas, tetapi untuk menggapai pahala di bulan yang mulia," ujar Beni.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tawuran Brutal di Jaktim! Pelajar SMP Tewas Dibacok, 16 Remaja Ditangkap
• 6 jam laluokezone.com
thumb
Trump Klaim Dokumen Epstein yang Dirilis Telah Bersihkan Namanya dari Tuduhan
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Profil Tiffany & Co, Rumah Perhiasan Dunia yang Gerainya di Jakarta Disegel Bea Cukai
• 6 jam lalugrid.id
thumb
Persija Berlaga Tanpa Pelatih, Arsitek Bali United Ogah Jemawa
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Jadwal Operasional BCA, BNI, Bank Mandiri, & BTN Selama Libur Imlek 2577 Kongzili
• 11 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.