Wali Kota Denpasar Minta Maaf ke Presiden dan Mensos Atas Pernyataannya Soal Penonaktifan BPJS PBI

kompas.tv
8 jam lalu
Cover Berita
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara (tengah) saat memberikan keterangan di Denpasar, Bali, Sabtu (14/2/2026). Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya yang menyebut penonaktifan BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) merupakan instruksi Presiden.  (Sumber: Tangkap layar KompasTV.)

DENPASAR, KOMPAS.TV - Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya yang menyebut penonaktifan BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) merupakan instruksi Presiden.  

Permintaan maaf tersebut disampaikan Jaya Negara kepada Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf dan Presiden Prabowo Subianto.

"Saya selaku Wali Kota Denpasar, saya memohon maaf kepada bapak Presiden dan juga bapak Menteri Sosial atas pernyataan kami yang menyatakan, bapak presiden menginstruksikan kepada menteri sosial untuk menonaktifkan penerima manfaat PBI desil 6 sampai 10 yang jumlahnya sebanyak 24.401 jiwa di Kota Denpasar," kata Jaya Negara, Sabtu (14/2/2026).

Baca Juga: Mensos Sesalkan Pernyataan Wali Kota Denpasar, Bantah Penonaktifan BPJS PBI Instruksi Presiden

Ia mengaku tidak memiliki niat tertentu terkait pernyataannya tersebut. Menurut Jaya, yang dimaksud dalam pernyataannya sebelumnya terkait Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

"Sejujurnya sedikit pun tidak ada niat kami seperti itu. Maksud kami, adalah bapak presiden mengeluarkan instruksi nomor 4 tahun 2025 tentang DTSEN, yang mana bertujuan meningkatkan akurasi data agar lebih tepat sasaran, efektif, dan efisien," ujarnya.

"Berdasarkan data ini adalah keputusan Menteri Sosial Nomor 4, Poin C yang disebutkan penerima bantuan iuran jaminan kesehatan menggunakan desil 1 sampai 5."

Ia mengaku mendapat laporan dari Dinas Sosial Kota Denpasar ada penonaktifan sebanyak 24.401 jiwa peserta BPJS Kesehatan PBI desil 6 sampai 10 di Denpasar.

"Untuk itulah, saya melakukan rapat dan mengundang BPJS Kesehatan Kota Denpasar. Kami mengambil kebijakan untuk data yang di nonaktifkan sejumlah 24.401 jiwa, kami aktifkan menggunakan dana APBD untuk pembiayaannya," ujarnya.

"Jadi, penerima manfaat desil 6-10 di Denpasar tetap mendapat pelayanan BPJS Kesehatan. Itulah sebenarnya maksud, tujuan kami."

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Tito-Dirhantoro

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • Wali Kota Denpasar
  • Wali Kota Denpasar minta maaf
  • Penonaktifan BPJS PBI
  • denpasar
  • presiden prabowo subianto
  • mensos Saifullah Yusuf
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Muhaimin Dorong Pemberdayaan Desa Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Nasional
• 15 jam lalutvrinews.com
thumb
Sengit! Elon Musk dan Jeff Bezos Bertarung Bangun Pangkalan di Bulan
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hasil Piala FA: Man City Tekuk Salford City, Liverpool Hajar Brighton
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Jelang Ramadan, Satpol PP Matraman Sita 51 Botol Miras dalam Operasi Pekat
• 20 jam lalusuara.com
thumb
Mudik Gratis Pemprov DKI Dibuka 22 Februari 2026, Ini Link Pendaftaran, Syarat, dan Rute Tujuan
• 5 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.