JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono memutuskan mundur dari jabatannya dan mengajukan pensiun dini. Langkah ini ia tempuh untuk fokus menjalani perawatan medis akibat gangguan kesehatan mata.
Daryono menyampaikan pengumuman tersebut melalui pesan di grup komunikasi informasi gempa media kebencanaan di Jakarta, Sabtu (14/2/2026).
Ia mengaku menderita distrofi kornea yang mengharuskannya mengambil cuti dinas sebelum resmi memasuki masa pensiun. Surat pengajuan diri kepada Pimpinan BMKG telah ia kirimkan secara resmi pada Jumat (13/2) malam.
"Hingga 1 Mei (2026) saya masih berstatus pegawai BMKG," kata Daryono dikutip dari Antara.
Terkait status tersebut, Daryono meminta awak media untuk tidak lagi mencantumkan afiliasinya sebagai Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG dalam setiap pemberitaan ke depan.
Baca Juga: BMKG Prediksi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah pada 15 Februari 2026
Tetap Jadi Edukator Kebencanaan
Meski melepas jabatan struktural, Daryono menegaskan komitmennya untuk terus memberikan edukasi publik.
Ia memandang penyebaran informasi kegempaan dan kebencanaan sebagai tanggung jawab keilmuan serta moral, mengingat posisi Indonesia sebagai negara rawan bencana.
Pria yang dikenal aktif membagikan analisis gempa di media sosial ini memastikan peran barunya nanti tetap berlandaskan objektivitas ilmiah.
Penulis : Danang Suryo Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- Daryono
- BMKG
- Gempa Bumi
- Tsunami
- Daryono Mundur
- Profil Daryono




