Kecam Pernyataan Juri Soal Gaza, Penulis Asal India Mundur dari Berlinale 2026

republika.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penulis asal India, Arundhati Roy, mengumumkan pengunduran dirinya dari Festival Film Internasional Berlin (Berlinale) setelah mengecam pernyataan sejumlah anggota dewan juri terkait Palestina. Roy mengaku sangat terjejut dengan pernyataan para juri yang menyatakan bahwa seni tidak seharusnya bersifat politis.

Menurut Roy, pernyataan itu merupakan cara untuk membungkam percakapan tentang kejahatan terhadap kemanusiaan bahkan ketika itu terjadi di depan mata. la pun menegaskan bahwa seniman dan pembuat film bisa berkontribusi menghentikan genosida di Palestina oleh Israel.

Baca Juga
  • Momen Konpers Berlinale Terputus Saat Jurnalis Nanya Soal Palestina
  • Horor Indonesia Mendunia! Film Ghost in the Cell Joko Anwar Berkompetisi di Berlinale 2026
  • Iran Tawarkan Teknologi Drone Mutakhir, Siap Bangun Pabrik di Indonesia

"Saya terkejut dan jijik dengan pernyataan mereka. Saya percaya seniman, penulis, dan pembuat film harus melakukan segala daya paya mereka untuk menghentikan perang di Gaza. Izinkan saya mengatakan ini dengan jelas: apa yang telah terjadi di Gaza, apa yang terus terjadi, adalah genosida terhadap rakyat Palestina oleh Israel," kata Roy seperti dilansir laman Al Jazeera, Ahad (15/2/2026).

la mengungkapkan bahwa genosida di Gaza didukung dan didanai oleh Pemerintah Amerika Serikat dan Jerman, serta beberapa negara lain di Eropa. "Ini berarti mereka semua terlibat dalam kejahatan tersebut," ujar Roy.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Kontroversi ini bermula dalam sebuah panel peluncuran festival pada Kamis, ketika seorang jurnalis menanyakan pandangan para juri mengenai dukungan Pemerintah Jerman terhadap Israel dan isu perlakuan selektif terhadap hak asasi manusia. Ketua dewan Juri sekaligus sineas asal Jerman, Wim Wenders, yang merupakan ketua juri festival yang beranggotakan tujuh orang, menjawab, dengan mengatakan bahwa para pembuat film harus menjauh dari politik.

"Jika kita membuat film yang secara khusus bersifat politis, kita memasuki bidang politik. Tetapi kita adalah penyeimbang politik. Kita adalah kebalikan dari politik. Kita harus melakukan pekerjaan rakyat dan bukan pekerjaan politisi," kata Wenders.

Piala untuk Festival Film Internasional Berlin (Berlinale) (ilustrasi). - (EPA)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Libur Panjang Imlek 2026, Penumpang Whoosh Tembus 25.700 Orang per Hari
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Pertamina Patra Niaga Kolaborasi dengan AF Corse dan Sean Gelael
• 22 jam lalumedcom.id
thumb
Nia Ramadhani Ungkap Hikmah di Balik Isu Perceraiannya dengan Ardi Bakrie
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Rotasi Besar-besaran, Bhayangkara Presisi Tetap Perkasa di Proliga 2026
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Selamat! Zee Zee Shahab Resmi Sandang Gelar Doktor, Sang Suami Bongkar Perjuangannya, Sempat Hampir Menyerah
• 1 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.