FISIKA sering kali dianggap sebagai mata pelajaran yang menakutkan karena banyaknya rumus. Namun, tahukah Anda bahwa kunci utama untuk menaklukkan Fisika bukan dengan menghafal rumus, melainkan memahami Besaran dan Satuan?
Memasuki tahun ajaran 2026, pemahaman konsep ini menjadi semakin krusial karena standar pengukuran global kini sepenuhnya berbasis pada konstanta alam yang presisi. Artikel ini akan membedah materi besaran dan satuan dengan cara yang jauh lebih sederhana, mulai dari dasar hingga trik analisis dimensi yang akan menyelamatkan Anda saat lupa rumus di tengah ujian.
Mengapa Besaran dan Satuan Begitu Penting?Dalam sains, segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka disebut sebagai besaran. Tanpa satuan, angka tersebut tidak akan memiliki makna.
Baca juga : Fisika SMA: Lensa Cekung dan Cembung, Rumus, Sifat Bayangan
Misalnya, jika Anda menyebut angka 10 untuk panjang sebuah meja, orang akan bingung apakah itu 10 cm, 10 inci, atau 10 meter. Di sinilah peran Satuan Internasional (SI) sebagai bahasa universal ilmu pengetahuan.
Sejak redefinisi besar pada sistem SI, satuan seperti Kilogram tidak lagi didasarkan pada benda fisik di Prancis, melainkan pada konstanta Planck. Ini memastikan akurasi pengukuran tetap konsisten di seluruh alam semesta.
Besaran pokok adalah besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak diturunkan dari besaran lain. Dalam kurikulum Fisika SMA, Anda wajib menghafal tujuh besaran ini beserta dimensinya.
Baca juga : Yuk Mengenal Empat Besaran Turunan
Besaran Pokok Satuan SI Lambang Satuan Dimensi Panjang Meter m [L] Massa Kilogram kg [M] Waktu Sekon s [T] Suhu Kelvin K [θ] Kuat Arus Ampere A [I] Intensitas Cahaya Candela cd [J] Jumlah Zat Mole mol [N] Besaran Turunan: Kombinasi Tanpa BatasBesaran turunan adalah besaran yang dijabarkan dari satu atau lebih besaran pokok. Memahami besaran turunan jauh lebih mudah jika Anda memahami dimensinya daripada menghafal satuannya satu per satu.
Contoh Besaran Turunan Populer:
- Luas: Hasil kali dua besaran panjang (m²). Dimensi: [L]².
- Kecepatan: Perpindahan dibagi waktu (m/s). Dimensi: [L][T]⁻¹.
- Gaya: Massa dikali percepatan (Newton). Dimensi: [M][L][T]⁻².
Analisis dimensi bukan sekadar simbol. Ini adalah alat bantu untuk memastikan jawaban Anda benar. Jika Anda ragu dengan sebuah rumus dalam ujian, cek dimensinya. Jika ruas kiri dan kanan tidak memiliki dimensi yang sama, maka rumus tersebut pasti salah.
Langkah Menggunakan Analisis Dimensi:- Tuliskan rumus yang ingin diuji.
- Ganti setiap besaran dengan simbol dimensinya.
- Sederhanakan persamaan dimensi tersebut.
- Cek apakah kedua ruas setara.
Dalam pengukuran ilmiah, tidak semua angka hasil pengukuran memiliki tingkat kepastian yang sama. Angka penting adalah semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran, termasuk angka terakhir yang ditaksir.
Gunakan Notasi Ilmiah untuk menuliskan angka yang sangat besar atau sangat kecil agar lebih rapi dan mudah dihitung. Contoh: Massa elektron yang sangat kecil atau jarak antar galaksi yang sangat besar.
Practical Checklist: Persiapan Ujian Fisika- Sudah hafal 7 besaran pokok dan dimensinya?
- Bisa menurunkan dimensi dari besaran Energi dan Daya?
- Paham aturan angka penting untuk operasi perkalian dan pembagian?
- Mampu mengubah satuan dari sistem CGS ke MKS?
Besaran dan satuan adalah gerbang pertama untuk memahami alam semesta melalui kacamata Fisika. Dengan menguasai dimensi, Anda tidak perlu lagi terbebani oleh hafalan rumus yang rumit. Cukup pahami dimensinya, maka rumus akan mengikuti dengan sendirinya.
People Also Ask (FAQ) Apa perbedaan antara besaran skalar dan besaran vektor?Besaran skalar hanya memiliki nilai (seperti massa dan suhu), sedangkan besaran vektor memiliki nilai dan arah (seperti kecepatan dan gaya).
Mengapa suhu dalam SI menggunakan Kelvin, bukan Celsius?Kelvin adalah skala suhu mutlak yang dimulai dari nol mutlak, di mana partikel tidak memiliki energi kinetik, sehingga lebih akurat untuk perhitungan ilmiah.
Apa fungsi utama dari dimensi dalam Fisika?Fungsi utamanya adalah untuk memverifikasi kebenaran suatu rumus dan untuk menunjukkan kesetaraan antara dua besaran yang tampak berbeda.





