Eks Petinggi Google Bilang Lulusan Hukum dan Kedokteran Tak Laku Lagi

cnbcindonesia.com
5 jam lalu
Cover Berita
Foto: AP/Emilio Morenatti

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang mantan eksekutif Google memperingatkan bahwa gelar sarjana hukum dan kedokteran bisa menjadi "buang-buang waktu" di tengah laju perkembangan (AI) yang sangat cepat. Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran bahwa jalur pendidikan tradisional yang memakan waktu bertahun-tahun kini ketinggalan oleh kemajuan teknologi.

Jad Tarifi, pendiri tim AI generatif pertama di Google dan alumnus PhD bidang AI, mengatakan kepada Business Insider bahwa mahasiswa yang mengejar gelar hukum atau kedokteran berisiko "membuang" waktu mereka karena AI akan mengejar ketertinggalan jauh sebelum mereka lulus.


"AI sendiri akan hilang saat Anda menyelesaikan gelar PhD. Bahkan hal-hal seperti penerapan AI pada robotika akan terpecahkan saat itu," ujar Tarifi, seperti dikutip Fortune, Minggu (15/2/2026).

Baca: Sengit! Elon Musk dan Jeff Bezos Bertarung Bangun Pangkalan di Bulan

Menurut Tarifi, gelar profesional panjang seperti dokter atau pengacara yang membutuhkan latar belakang pendidikan hingga hampir satu dekade bisa membuat lulusan memasuki dunia kerja dengan pengetahuan yang sudah outdated atau ketinggalan zaman. Ia menambahkan bahwa metode pendidikan saat ini masih terlalu mengandalkan hafalan daripada pengembangan keterampilan yang relevan di era AI.

Tarifi tidak hanya menyoroti gelar profesional, tetapi juga gelar akademik lanjutan termasuk PhD. Ia menyatakan bahwa mahasiswa PhD pun mungkin tidak mendapatkan nilai lebih karena percepatan inovasi di bidang AI jauh melampaui waktu penyelesaian gelar.

"Keberhasilan di masa depan tidak akan datang dari mengumpulkan kredensial, melainkan dari mengembangkan perspektif yang unik, kesadaran emosional, dan hubungan antarmanusia yang kuat," ujar Tarifi.

Dia mendorong generasi muda untuk fokus pada keterampilan manusia yang tidak mudah ditiru oleh AI, seperti kemampuan berempati dan keterampilan interpersonal, serta pengembangan diri secara emosional.

Pernyataan Tarifi ini muncul di tengah diskusi yang lebih luas di Silicon Valley dan kalangan teknologi tentang relevansi pendidikan tinggi di tengah percepatan AI. Beberapa pemimpin teknologi menilai bahwa universitas harus beradaptasi agar kurikulumnya tetap relevan dengan kebutuhan industri yang berubah cepat.

 


(tfa/haa)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Peran Kecanggihan Cloud Data Jadi Mesin Inovasi Bisnis Era AI

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KM Cahaya Intan Celebes Tenggelam di Perairan Bombana, 20 Penumpang dan Kru Selamat
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Kemlu Jelaskan Kemungkinan Partisipasi RI dalam Pasukan Stabilisasi Gaza
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
TNI percepat pembangunan jembatan armco di Bener Meriah
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Bantuan Ayam Petelur Jadi Model Pengentasan Kemiskinan
• 17 jam lalutvrinews.com
thumb
Angel Karamoy dan Gusti Ega Rayakan Valentine di Singapura, Pamer Kado Rolex Ratusan Juta Bertabur Berlian
• 18 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.