Bisnis.com, JAKARTA—SUN Energy meningkatkan penetrasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di kawasan industri.
Jefferson Kuesar, CEO SUN Energy, menyampaikan SUN telah mengimplementasikan PLTS di tiga kawasan industri strategis, yakni Karawang International Industrial City (KIIC), Greenland International Industrial Center (GIIC), dan Kawasan Industri Jababeka.
“Puluhan megawatt kapasitas sistem energi surya telah terpasang di lebih dari 20 lokasi proyek,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (15/2/2026).
Pengembangan PLTS di kawasan industri menjadi fondasi awal dalam membangun ekosistem green industrial park. Sebagai pusat aktivitas manufaktur dan konsumsi energi berskala besar, kawasan industri memiliki peran strategis dalam menurunkan emisi operasional sekaligus menjaga daya saing jangka panjang.
SUN memperkuat peranannya dalam mendorong implementasi kawasan industri hijau di Indonesia melalui pendekatan Energy-as-a-Solution, sebuah rangkaian solusi keberlanjutan terintegrasi yang dirancang untuk membantu kawasan industri dan tenant menurunkan emisi, meningkatkan efisiensi energi, dan memenuhi standar ESG global.
Melalui pendekatan ini, SUN tidak lagi hanya menyediakan energi surya, tetapi menghadirkan ekosistem solusi energi yang mencakup PLTS Atap, manajemen dan penyimpanan energi, hingga elektrifikasi kendaraan operasional. Pendekatan terintegrasi ini memungkinkan kawasan industri membangun fondasi green industrial park secara komprehensif dan berkesinambungan.
Baca Juga
- Singapura Kerek Naik Target Kapasitas PLTS Jadi 3 GW hingga 2030
- Xurya Dukung Implementasi PLTS Atap di HI Avenue Bekasi
- Arab Saudi Kucurkan Investasi Rp33,56 Triliun Bangun PLTS di Turki
“Akselerasi green industrial park bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan untuk menjaga daya saing kawasan industri Indonesia di pasar global,” ujar Jefferson Kuesar.
Laporan Center for Global Sustainability mencatat bahwa 21 kawasan industri di Indonesia telah menggunakan atau merencanakan penggunaan PLTS sebagai bagian dari strategi energi bersih. Di antara implementasi yang berkembang, Kawasan Industri Jababeka menjadi salah satu area yang telah mengadopsi PLTS secara kolektif.
SUN mengembangkan PLTS dengan kapasitas total 1,8 MW untuk tenant lintas sektor seperti material bangunan, komponen otomotif, farmasi, laboratorium inspeksi, hingga industri kemasan. Inisiatif ini berpotensi menjadi pilot area bagi model kawasan rendah karbon.
“Selain mengembangkan sistem energi surya, kami memandang elektrifikasi transportasi logistik dan operasional turut menjadi elemen penting dalam upaya dekarbonisasi kawasan industri,” ujar Karina, CEO SUN Mobility.
Dengan rekam jejak proyek di berbagai kawasan industri strategis, SUN Energy menegaskan posisinya sebagai mitra transisi energi yang mampu memberikan solusi end-to-end untuk pengelola kawasan industri maupun tenant.





