Penajam Paser Utara (ANTARA) - Keberlanjutan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), yang dikelola Yayasan Bakti Benuo Taka menunggu hasil penyelidikan dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Operasional SPPG di Kecamatan Waru dihentikan sementara," ujar Wakil Bupati (Wabup) Penajam Paser Utara Abdul Waris Muin, Minggu, ketika ditanya menyangkut kelanjutan penanganan dugaan keracunan MBG di Penajam.
"Penghentian operasional sementara itu sambil menunggu pemeriksaan laboratorium dan penyelidikan lanjutan," tambahnya.
Seluruh proses pengolahan makanan harus dilakukan langsung di SPPG atau dapur penyedia menu MBG yang telah ditetapkan, evakuasi tetap dilakukan di SPPG Kecamatan Waru tersebut, meskipun makanan utama dinilai dalam kondisi baik.
Baca juga: Kabupaten Penajam tangani medis peserta didik diduga keracunan MBG
Sebanyak 25 peserta didik mendapat penanganan medis di Puskesmas Waru, karena mengalami gejala sakit perut, muntah-muntah, hingga sesak napas, diduga setelah mengonsumsi sejumlah menu MBG, termasuk puding yang menjadi salah satu bagian hidangan pada Rabu (11/2/2026).
Menu makanan tambahan yang diambil dari luar diduga penyebab gangguan pencernaan pada 25 peserta didik penerima manfaat Program MBG tersebut.
"Sesuai aturan pengelolaan SPPG tidak diperbolehkan adanya kerja sama dengan pihak ketiga dalam penyediaan makanan," ucapnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara telah melakukan koordinasi internal mengevaluasi tata kelola dan standar operasional, termasuk kemungkinan kompensasi bagi peserta didik terdampak, masih menunggu perkembangan lebih lanjut.
Baca juga: SPPG Polres Penajam diperkuat 47 penjamah makanan salurkan menu MBG
Keberlanjutan operasional dapur penyedia menu MBG di Kecamatan Waru tersebut, kata dia, menunggu hasil penyelidikan kepolisian setempat terkait ada unsur kesengajaan atau kelalaian dari pengelola SPPG.
Hingga kini hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan masih dinantikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Wabup Abdul Waris Muin mengatakan sanksi terhadap SPPG di Kecamatan Waru bisa pada penutupan operasional, apabila ditemukan ada unsur kesengajaan atau kelalaian dari pihak pengelola.
Baca juga: Program MBG telah layani belasan ribu peserta didik Kabupaten Penajam
"Operasional SPPG di Kecamatan Waru dihentikan sementara," ujar Wakil Bupati (Wabup) Penajam Paser Utara Abdul Waris Muin, Minggu, ketika ditanya menyangkut kelanjutan penanganan dugaan keracunan MBG di Penajam.
"Penghentian operasional sementara itu sambil menunggu pemeriksaan laboratorium dan penyelidikan lanjutan," tambahnya.
Seluruh proses pengolahan makanan harus dilakukan langsung di SPPG atau dapur penyedia menu MBG yang telah ditetapkan, evakuasi tetap dilakukan di SPPG Kecamatan Waru tersebut, meskipun makanan utama dinilai dalam kondisi baik.
Baca juga: Kabupaten Penajam tangani medis peserta didik diduga keracunan MBG
Sebanyak 25 peserta didik mendapat penanganan medis di Puskesmas Waru, karena mengalami gejala sakit perut, muntah-muntah, hingga sesak napas, diduga setelah mengonsumsi sejumlah menu MBG, termasuk puding yang menjadi salah satu bagian hidangan pada Rabu (11/2/2026).
Menu makanan tambahan yang diambil dari luar diduga penyebab gangguan pencernaan pada 25 peserta didik penerima manfaat Program MBG tersebut.
"Sesuai aturan pengelolaan SPPG tidak diperbolehkan adanya kerja sama dengan pihak ketiga dalam penyediaan makanan," ucapnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara telah melakukan koordinasi internal mengevaluasi tata kelola dan standar operasional, termasuk kemungkinan kompensasi bagi peserta didik terdampak, masih menunggu perkembangan lebih lanjut.
Baca juga: SPPG Polres Penajam diperkuat 47 penjamah makanan salurkan menu MBG
Keberlanjutan operasional dapur penyedia menu MBG di Kecamatan Waru tersebut, kata dia, menunggu hasil penyelidikan kepolisian setempat terkait ada unsur kesengajaan atau kelalaian dari pengelola SPPG.
Hingga kini hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan masih dinantikan untuk memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Wabup Abdul Waris Muin mengatakan sanksi terhadap SPPG di Kecamatan Waru bisa pada penutupan operasional, apabila ditemukan ada unsur kesengajaan atau kelalaian dari pihak pengelola.
Baca juga: Program MBG telah layani belasan ribu peserta didik Kabupaten Penajam





