Liputan6.com, Jakarta - Rektor Undip atau Universitas Diponegoro Suharnomo bertemu dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam upaya memperkuat agenda pengelolaan sampah di sektor pendidikan tinggi.
Pertemuan yang berlangsung di Jakarta ini menjadi momentum penting untuk membahas langkah-langkah konkret dalam penguatan program keberlanjutan lingkungan yang diterapkan secara menyeluruh di area kampus.
Advertisement
Diskusi ini menyoroti bagaimana institusi pendidikan tidak hanya berperan sebagai pusat akademik, tetapi juga sebagai laboratorium nyata bagi solusi permasalahan lingkungan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Teddy memberikan apresiasi tinggi terhadap terobosan yang dilakukan oleh Undip. Kampus yang berlokasi di Semarang ini dinilai telah berhasil membuktikan komitmen seriusnya dalam mengimplementasikan program nol sampah atau zero waste.
Hal yang paling menarik perhatian adalah kemampuan Undip dalam mengembangkan teknologi pengolahan limbah yang tidak hanya memusnahkan sampah, tetapi juga menghasilkan nilai tambah berupa energi alternatif. Inovasi ini dianggap sebagai lompatan besar dalam manajemen fasilitas publik di Indonesia.
Teddy menyoroti secara spesifik mengenai teknologi konversi yang diterapkan, di mana Undip mampu mengolah berbagai jenis limbah menjadi bahan bakar yang bermanfaat.
"Salah satu kampus terbesar di Indonesia ini menerapkan sistem pengelolaan sampah inovatif yang mengolah limbah menjadi solar, sehingga limbah organik dan non-organik diubah menjadi energi yang bermanfaat," ujar Teddy, Dikutip dari Antara, Jumat 13 Februari 2026.
Pendekatan ini dinilai sangat komprehensif karena mampu menangani dua jenis limbah utama sekaligus, yakni organik dan non-organik, yang selama ini menjadi masalah pelik dalam pengelolaan sampah perkotaan.
Dengan mengubahnya menjadi solar, Undip tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga berkontribusi pada penyediaan energi alternatif.




