MBG Jadi Strategi Perbaikan Gizi dan Daya Saing Anak

metrotvnews.com
11 jam lalu
Cover Berita

Lombok Tengah: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus didorong sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas gizi masyarakat, khususnya anak usia sekolah. Program ini diarahkan untuk membentuk generasi yang lebih sehat dan siap bersaing dalam jangka panjang, sejalan dengan visi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.

“Program ini dilakukan setiap hari secara konsisten, dan tanpa henti. Sinergi Nasional sangat dibutuhkan oleh seluruh elemen, mulai dari Kepala Desa, Camat, Bupati, Gubernur, Menteri hingga DPR,” kata Anggota Komisi IX DPR RI, Muazzim Akbar, saat sosialisasi program MBG di Desa Segala Anyar, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Jumat, 13 Desember 2026.

Baca Juga :

Resmikan Ribuan SPPG, Presiden Prabowo Apresiasi Kinerja Polri
 
Muzzim menjelaskan sosialisasi ini menjadi sarana edukasi publik mengenai pentingnya pola makan sehat dan pemenuhan gizi seimbang sejak dini.

Program tersebut disosialisasikan bersama DPR RI dan mitra kerja Badan Gizi Nasional, dengan fokus pada pemerataan akses makanan bergizi bagi pelajar. Selain aspek kesehatan, program ini juga diproyeksikan mendukung peningkatan konsentrasi belajar dan produktivitas anak.

Muazzim Akbar menegaskan program MBG membutuhkan dukungan lintas sektor agar implementasinya efektif di daerah. Koordinasi antarlevel pemerintahan dinilai menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan program nasional tersebut.


Anggota Komisi IX DPR RI, Muazzim Akbar, saat sosialisasi program MBG di Desa Segala Anyar, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Dokumentasi/ istimewa

Dia menjelaskan kualitas gizi menjadi titik utama perhatian. Pemerintah, kata dia, memastikan menu yang diberikan memenuhi standar kebutuhan nutrisi harian dengan komposisi seimbang.

"Fokus utama dari program ini bukan hanya sekedar mengisi perut, melainkan memastikan asupan gizi yang terukur. Dengan menu yang beragam, makanan diatur gizinya setiap hari melalui variasi protein seperti ayam, daging, ikan dan telur," jelas Muazzim.

Menurutnya konsep MBG juga merujuk pada praktik baik di sejumlah negara yang telah lebih dulu menjalankan program serupa dalam jangka panjang.

"Program MBG adalah adopsi keberhasilan dari negara maju seperti Jepang dan Australia, yang telah menjalankan program serupa selama puluhan tahun untuk meningkatkan kecerdasan bangsa," ujarnya.

Selain manfaat kesehatan, program MBG dinilai memberi efek turunan bagi perekonomian lokal. Setiap unit Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) berpotensi menyerap tenaga kerja baru, mulai dari pengolahan bahan pangan hingga distribusi makanan, sehingga membuka peluang kerja di tingkat daerah.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sambut Imlek 2026, PBBI Salurkan 364 Paket Sembako di Vihara Kwan Tee Kong Bio
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Zelensky: Ukraina siap untuk kesepakatan yang bawa perdamaian nyata
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Bapanas Perkuat Stabilisasi Pasokan dan Harga Cabai
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Menlu Palestina Desak Jerman dan Finlandia Akui Negara Palestina di Forum Munich
• 14 jam lalupantau.com
thumb
Dapur MBG Ciptakan Rantai Ekonomi di NTT: IRT Dapat Kerja, Panen Petani Terserap
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.