Soekarno Run 2026, Ikhtiar Ciptakan Ikatan Emosional Bung Karno dengan Anak Muda

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

Hari masih pagi ketika ribuan orang bersiap mengikutiaajang lari Soekarno Run di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (15/2/2026). Mereka berkumpul di depan sebuah panggung di belakang garis start, menunggu ajang yang digelar Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu dimulai. Sosok Presiden pertama RI Sukarno tiba-tiba muncul di atas panggung, mengenakan peci hitam dan pakaian khasnya.

”Saudara-saudara sebangsaku, dengarlah. Negeri ini, Republik Indonesia ini, bukanlah milik golongan tertentu saja, bukan milik suatu agama tertentu, bukan milik suatu kelompok etnis tertentu, bukan juga milik suatu adat-istiadat kelompok-kelompok tertentu saja. Tapi, Negara Kesatuan Republik Indonesia ini adalah milik kita semuanya, dari Sabang sampai ke Merauke,” kata Sukarno yang hadir dalam bentuk hologram.

Pagi itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) menggelar Soekarno Run sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-53. Dengan dibantu teknologi imersif dan kecerdasan buatan (AI), Bung Karno dihadirkan dalam bentuk hologram. Selama kurang lebih 1 menit, hologram Bung Karno menyampaikan pesan singkat kepada para peserta. Bung Karno juga hadir untuk membakar semangat para peserta.

Lewat pesannya, Bung Karno mengingatkan bahwa Indonesia merupakan milik seluruh rakyat dari Sabang sampai Merauke. ”Dan hari ini lihatlah, dari Sabang sampai Merauke kita bersatu! Bersatu dalam satu tekad, bersatu dalam satu semangat, bersatu untuk berlari bersama Indonesia,” kata hologram Bung Karno.

Baca JugaPesan Bung Karno, Jaga Persatuan dan Keutuhan

“Saudara-saudara, setiap langkah kaki Saudara adalah bentuk perjuangan. Perjuangan rakyat Indonesia yang pantang menyerah. Perjuangan dengan suatu gotong royong. Perjuangan dengan persatuan yang membara. Karena aku selalu katakan, lebih baik kita hancur lebur daripada kita tidak merdeka. Maka sekarang, berlarilah dengan merdeka! Berlarilah dengan jiwa yang bergelora! Berlarilah untuk Indonesia!,” lanjut Bung Karno. 

Di akhir pesan singkatnya, Bung Karno menutup dengan mengatakan, “Tunjukkan Saudara-saudara sekalian kepada dunia, bahwa kita bisa berdiri dan berlari di atas kaki kita sendiri. Merdeka! Merdeka! Merdeka! Lari untuk Indonesia!".

Ribuan peserta langsung meneriakkan “Merdeka” sambil melangkah meninggalkan garis start. Gubernur Jakarta Pramono Anung juga mengangkat bendera pelepasan (flag off) tanda dimulainya kategori 10K. Selain itu, kategori 10 kilometer, juga ada perlombaan untuk kategori 5 kilometer hingga kategori pelajar.

Acara tersebut juga diikuti oleh Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno, Ketua DPP PDI-P Ganjar Pranowo, Ketua DPP PDI-P Darmadi Durianto, hingga Ketua DPP PDI-P My Esti Wijayanti. 

Refleksi perjuangan Bung Karno

Salah satu peserta run kategori 5K, Deni Saputra, warga Tebet, Jakarta Selatan, mengaku telah mengikuti ajang yang digelar oleh PDI-P itu sebanyak tiga kali berturut-turut. Bagi Deni, Soekarno Run bukan sekadar acara olahraga biasa, melainkan sarana untuk merefleksikan kembali nilai-nilai perjuangan Bung Karno.

“Alasannya ikut karena acaranya menarik, dan yang paling penting adalah pesan-pesan Bung Karno yang dibawa," ujar Deni. 

Deni mengapresiasi upaya panitia yang selama ini terus mendekatkan sosok proklamator tersebut kepada kalangan muda dalam ajang Soekarno Run. 

Ia juga mengutip pesan yang selalu disampaikan Bung Karno yakni Berdikari atau berdiri di atas kaki sendiri.  

​"Harapannya untuk anak muda, isi kemerdekaan dengan kegiatan positif, salah satunya olahraga seperti lari ini. Kalau sehat, bangsanya juga kuat," ujar Deni.

Baca JugaSoekarno Run 2026, PDI-P Gaungkan Semangat Kemandirian Pemuda

Ketua Komite Soekarno Run Syaeful Mujab menjelaskan, dengan tema "Berlari untuk Indonesia", Soekarno Run Runniversary 2026 menegaskan warisan Bung Karno tidak hanya dikenang, tetapi terus dihidupkan oleh generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga bukan sekadar lomba lari, melainkan ruang perjumpaan antara sejarah dan masa depan.

"Kami tidak hanya ingin menghadirkan event olahraga, tetapi juga pengalaman bagi sekitar 10.000 pelari merasakan semangat Bung Karno secara langsung. Teknologi digunakan sebagai jembatan agar nilai-nilai perjuangan tetap relevan bagi generasi hari ini," ujar Mujab. 

Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto setelah menyelesaikan Soekarno Run juga menjelaskan,maksud dari tema “Soekarno Run, Berlari di Atas Kaki Sendiri". Slogan itu bertujuan agar anak muda dapat meresapi pemikiran Bung Karno serta membangun kedisiplinan. 

Lebih lanjut, Hasto mengungkapkan, ajang kali juga bukan sekadar aktivitas fisik untuk kesehatan semata, melainkan upaya membangun ikatan emosional (emotional bonding) dengan Bung Karno. Hologram Bung Karno itu turut memberikan sentuhan jiwa dan spirit secara langsung kepada para peserta Soekarno Run. 

“Ajang ini merupakan upaya membangun ikatan emosional dengan Bung Karno. Kami berharap para peserta meresapi ide dan pemikiran beliau, serta membangun kedisiplinan demi semangat Indonesia Raya," ujar Hasto. 

Hasto juga berbicara mengenai pesan Bung Karno  tentang kemandirian, semangat juang, serta cita-cita yang mesti dicapai dengan disiplin, kerja keras, dan sportivitas.

“Jadi bukan menyerahkan diri pada pihak lain, kemudian menerima bantuan-bantuan dari pihak lain. Bantuan itu penting, tetapi tanpa suatu semangat juang, tanpa kedisiplinan untuk menggembleng diri, maka semuanya tidak punya makna. Maka dengan berlari atas kaki sendiri ini, tekad, semangat juang, energi itu diberikan dan dipersembahkan juga untuk kemajuan bangsa dan negara,” tuturnya.

Membangun generasi unggul

Selain itu, Mujab menambahkan bahwa Soekarno Run menegaskan komitmen PDI-P yang tak hanya merawat semangat kebangsaan, tetapi juga membangun generasi unggul melalui pendidikan yang berkualitas.

Untuk itu, pihaknya juga memberikan beasiswa pendidikan senilai total Rp 100 juta kepada 20 pelari tercepat dalam kategori pelajar. Hal ini untuk mendorong prestasi pelajar sekaligus memperkuat akses pendidikan bagi generasi muda.

Pemberian beasiswa masing-masing sebesar Rp5,3 juta diharapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan pendidikan, mulai dari biaya sekolah, perlengkapan belajar, hingga pengembangan diri.

“Kami ingin memastikan bahwa kecepatan di lintasan berbanding lurus dengan percepatan masa depan mereka. Beasiswa ini adalah bentuk dukungan konkret agar pelajar berprestasi terus melangkah lebih jauh, tidak hanya dalam olahraga, tetapi juga dalam pendidikan," ucapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pendaftaran KIP Kuliah 2026 Dibuka! Jangan Sampai Gagal Cuma Karena NISN, NPSN, dan NIK-mu Bermasalah
• 2 jam lalumedcom.id
thumb
Ini Model Gamis Bini Orang yang Viral dan Diburu di Pasar Tanah Abang
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Oknum Polisi Brigadir LR Tembak Warga di Waena, Begini Kejadiannya
• 15 jam lalujpnn.com
thumb
Personel kebersihan DKI kerja bakti bersihkan masjid sambut Ramadhan
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Waspada Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia hingga 21 Februari 2026
• 3 jam lalumediaindonesia.com
Berhasil disimpan.