Kemenperin Perkuat Daya Saing SDM Industri Lewat Kerja Sama Internasional

tvrinews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Lidya Thalia.S

TVRINews, Jakarta

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan daya saing industri nasional di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompetitif. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri melalui kemitraan internasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan pentingnya kerja sama global yang terarah guna menarik investasi berkualitas, memperluas akses pasar, mempercepat proses industrialisasi, serta mendorong alih teknologi dan peningkatan kapasitas SDM.

“Kebijakan industri yang kuat harus ditopang jejaring kerja sama internasional yang efektif agar potensi industri nasional bisa dioptimalkan,”kata Menperin Agus dalam keterangan tertulis, Minggu, 15 Februari 2026.

Sebagai tindak lanjut, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Markija Berdaya Bersama pada Selasa (10/2). Perusahaan yang berbasis di Budapest, Hungaria, tersebut berfokus pada peningkatan daya saing tenaga kerja muda Indonesia melalui program magang industri dan penempatan kerja di Eropa.

Kerja sama ini mencakup pemetaan keterampilan, kompetensi, dan karakter SDM industri menggunakan alat asesmen Practiwork yang dikembangkan di Hungaria. Pemetaan dilakukan untuk membantu peserta didik memahami potensi diri sekaligus menyelaraskan kebutuhan industri.

Kepala BPSDMI, Doddy Rahadi, menjelaskan bahwa pihaknya terus mendorong peningkatan serapan lulusan di dunia kerja melalui kolaborasi industri, mulai dari penyusunan kurikulum berbasis kebutuhan pasar, pelaksanaan praktik kerja industri (prakerin), magang pengajar, hingga penyediaan peralatan pembelajaran sesuai standar industri.

“Keberhasilan penyiapan SDM tidak hanya ditentukan oleh kedekatan dengan industri, tetapi juga pemahaman terhadap minat, bakat, dan potensi peserta didik,”ungkap Doddy.

Program pemetaan tersebut telah diuji coba kepada masing-masing 50 mahasiswa dari empat unit pendidikan Kemenperin, yakni Politeknik AKA Bogor, Politeknik APP Jakarta, Politeknik STMI Jakarta, dan SMK-SMAK Bogor. Keempat institusi tersebut juga menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Markija Berdaya Bersama.

Melalui asesmen tersebut, peserta didik memperoleh rekomendasi jabatan yang sesuai dengan profil kompetensinya. Informasi ini menjadi dasar penting bagi institusi pendidikan dalam menyusun pengembangan kurikulum, sekaligus membantu peserta didik merencanakan karier secara lebih terarah.

Direktur Utama PT Markija Berdaya Bersama, Csongor Hunyar, menyatakan kerja sama ini menjadi komitmen untuk membangun ekosistem pengembangan talenta yang lebih terstruktur dan kolaboratif di Indonesia.

Sementara itu, CEO Hungarian Practiwork, Akos Zsuffa, menekankan bahwa pasar tenaga kerja yang kompetitif harus dibangun berdasarkan pemetaan keterampilan yang objektif dan berbasis data.

“Jika ingin menciptakan tenaga kerja yang kompetitif, diperlukan perubahan menuju asesmen yang objektif dan berbasis data,” ujar Amos

Sekretaris BPSDMI, Sidik Herman, berharap kolaborasi ini dapat mendorong pembelajaran yang lebih adaptif dan berbasis data, sekaligus memperkuat karakter serta kesiapan kerja lulusan.
Dengan langkah tersebut, unit pendidikan di bawah BPSDMI Kemenperin diharapkan tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara teknis, tetapi juga memiliki arah karier yang jelas dan daya saing tinggi di dunia industri global.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gibran Tinjau Pembangunan Tol Semarang-Demak yang Juga Berfungsi sebagai Giant Sea Wall
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Wamenkeu Tekankan Optimalisasi PNBP Bukan untuk Cari Untung, Tapi Tingkatkan Layanan
• 23 menit lalutvrinews.com
thumb
Kejar Target Pertumbuhan 6 Persen, Pemerintah Didorong Tak Cuma Andalkan Konsumsi
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Kapal Cahaya Intan Celebes Tenggelam, Ini Kronologi Menegangkan Penumpang Terombang-ambing 3 Jam di Laut
• 11 jam laluokezone.com
thumb
RI Ekspor Obat Pereda Nyeri Senilai Rp 2,4 Miliar ke Korsel
• 17 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.