Resah dengan Kondisi Tanah Air, Akademisi Sampai Aktivis Bentuk Barisan Oposisi Indonesia

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Sejumlah akademisi, aktivis, hingga pegiat demokrasi membentuk organisasi yang disebut Barisan Oposisi Indonesia (BOI) di Jakarta, Jumat (13/2) kemarin.

Sejumlah tokoh hadir dalam acara pembentukan BOI, yakni Guru Besar UI Sulistyowati Irianto, akademisi UNJ Ubedilah Badrun, ekonom Anthony Budiawan, dan peneliti senior Ikrar Nusa Bhakti.

BACA JUGA: Habib Rizieq Biasa di Barisan Oposisi, Tak Mungkin Melunak Karena Jabatan

Turut juga hadir dalam acara pembentukan BOI ialah Direktur LIMA Ray Rangkuti, aktivis demokrasi STF Alif Iman, peneliti Arif Susanto, Komite Pemilih Indonesia Jeirry Sumampouw, peneliti Formappi Lucius Karus, Seknas FITRA Badiul Hadi, aktivis lingkungan John Muhammad, hingga advokat A.W. Kamal.

Akademisi Universitas Moestopo Anthonius Danar, jurnalis Raras Tejo juga hadir langsung ke acara pembentukan BOI.

BACA JUGA: Jika Gerindra Bergabung di Pemerintahan, PAN Bisa Pimpin Barisan Oposisi

Sementara itu, hadir melalui daring saat pembentukan BOI, yakni Guru Besar Unpad Susi Dwi Harijanti, Guru Besar UGM Zainal Arifin Mukhtar, ahli hukum Feri Amsari, dan Direktur Eksekutif Amnesty International Usman Hamid.

Ubedilah Badrun atau akrab disapa Kang Ubed menyebut keresahan terhadap kondisi Indonesia yang membuat sejumlah tokoh membentuk BOI.

BACA JUGA: Aktivis PMKRI Ferdinandus Wali Ate Soroti Isu Perdamaian dan Harmoni Antariman pada Forum Indonesia YEPC 2026

"Situasi Indonesia saat ini sesungguhnya berada di tepi jurang, praktik demokrasi makin rusak, korupsi merajalela, pelanggaran HAM terus terjadi, kondisi lingkungan rusak, hukum tidak tegak, kondisi fiskal alami krisis, PHK terus terjadi," kata dia melalui layanan pesan, Minggu (15/2).

Kang Ubed mengatakan kondisi Indonesia bakal makin terpuruk ke depan andai situasi tidak berubah dari sisi hukum, sosial, dan politik.

Dia mengatakan suara kelompok kritis pun diperlukan agar arah hukum, sosial, dan politik di Indonesia bisa berubah ke perbaikan.

"Dalam situasi itu kekuatan oposisi yang masih ada dari kalangan akademisi dan pegiat demokrasi mesti diajak serius duduk bersama untuk terus bersuara kritis dan bergerak terorganisasi dengan arah yang jelas untuk turut selamatkan republik dari jurang kehancuran," lanjutnya.

Kang Ubed mengatakan BOI terbuka bagi semua elemen untuk bergabung dan bersuara kritis terhadap pemerintah. 

"Ini entitas epistemik yang terbuka untuk mereka yang kritis, mereka yang gelisah dengan keadaan, dan mereka yang mau guyub berpikir mendalam dan bergerak progresif untuk masa depan Republik ini," kata dia.

Kang Ubed saat ditanya sosok yang memimpin BOI belum bisa menjawab dan akan dibuka saat waktu yang tepat.

"BOI dipimpin seseorang yang bernama X, tunggu waktunya akan hadir ke tengah publik," ujarnya. (ast/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gandeng Aktivis Muda, PDIP Meluncurkan Jersei dan Medali Soekarno Run 2026


Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Deretan Vidio Original Series 2026, Ada Rangga & Cinta hingga Jakarta Undercover
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Hasto soal Nama Ganjar Masuk Bursa Capres 2029: Sekarang Kerja untuk Rakyat Dulu, Pemilu Masih Jauh
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Pendamping PKH Bakal Sidak 11 Juta PBI BPJS Nonaktif Satu per Satu
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hasil Piala FA Semalam: Liverpool Hajar Brighton 3-0, City dan Newcastle Lolos
• 7 jam lalumedcom.id
thumb
Ika Putri Remake Lagu ‘Sadis’ Karya Bebi Romeo, Hadir dengan Nuansa Baru
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.