Munich: Menteri Luar Negeri Kanada Anita Anand mengatakan di hari Sabtu bahwa Ottawa tidak akan membuka hubungan diplomatik dengan Iran, “kecuali ada perubahan rezim. Titik.”
Anand menyampaikan hal itu dalam wawancara dengan The Globe and Mail di Jerman, di mana ia menghadiri Konferensi Keamanan Munich.
“Rezim represif Iran harus menghentikan pelanggaran hak asasi manusia yang konsisten dan ilegal, termasuk dengan menghormati hukum internasional dan hukum humaniter internasional,” kata Anand, dikutip dari Anadolu Agency, Minggu, 15 Februari 2026.
Anand juga mengumumkan bahwa Kanada menjatuhkan sanksi tambahan terhadap tujuh orang yang "terkait dengan badan negara Iran yang bertanggung jawab atas intimidasi, kekerasan, dan represi transnasional yang menargetkan pembangkang Iran dan pembela hak asasi manusia.”
Kanada secara resmi memutus hubungan dengan Iran pada 2012 di bawah pemerintahan Perdana Menteri Stephen Harper karena kekhawatiran atas hak asasi manusia, dan sejak itu mempertahankan sanksi serta batasan perdagangan sambil mengejar tindakan hukum internasional atas jatuhnya sebuah pesawat penumpang yang membawa warga Kanada.
Sementara itu, militer AS memperkuat kehadirannya di Timur Tengah dengan mengerahkan kapal induk kedua serta penghancur, jet tempur, dan pesawat pengintai tambahan.
Anand mengatakan fokus regional Ottawa adalah pada penanganan represi hak asasi manusia dan menolak menyebut apakah Kanada akan mendukung serangan militer AS terhadap Iran.
Baca juga: Ratusan Ribu Massa Padati Berbagai Kota Dunia Tuntut Akhiri Rezim Iran


